Lembang, InfoPublik – Sinergi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infra) diperlukan untuk menjaga keamanan proyek strategis, memperkuat konektivitas, serta memastikan pembangunan nasional memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko infra), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan hal tersebut dalam Dialog Kebangsaan di Sespim Lemdiklat Polri, Lembang, Jawa Barat, Selasa (27/10/2026).
Di hadapan 445 peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan Sespim Polri, termasuk unsur TNI, Kejaksaan, dan peserta mancanegara, AHY menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari banyaknya infrastruktur yang dibangun, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Jadi kita jangan hanya berpikir membangun lebih banyak, tetapi membangun lebih bermanfaat dan berdampak pada masyarakat,” ujar AHY.
Menurutnya, infrastruktur harus mampu menghubungkan masyarakat dengan berbagai peluang, meningkatkan produktivitas, dan mendorong kemakmuran. Karena itu, pembangunan perlu didukung keamanan, kelancaran aktivitas masyarakat, serta perlindungan hak-hak warga.
Kolaborasi Polri dan Kemenko Infra mencakup pengamanan proyek dan infrastruktur strategis, kelancaran rantai pasok dan konektivitas, penguatan kepastian hukum dan tata kelola, serta deteksi dini melalui pertukaran informasi.
Sinergi tersebut juga diperlukan untuk mengantisipasi berbagai hambatan pembangunan, mulai dari risiko sosial dan konflik pemanfaatan ruang hingga gangguan pelayanan publik.
AHY mencontohkan pemberantasan mafia tanah sebagai langkah untuk melindungi hak masyarakat sekaligus memperkuat kepastian hukum. Selain itu, penertiban kendaraan berdimensi dan bermuatan berlebih atau over dimension overloading (ODOL) dinilai penting untuk menjaga kondisi jalan, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, dan mendukung kelancaran distribusi logistik.
“Sering kita sedih mendengar kabar, membaca satu keluarga habis ditabrak ODOL. Padahal mereka tidak tahu apa-apa, mereka tidak salah apa-apa,” ungkapnya.
Sinergi lintas sektor juga dibutuhkan untuk meningkatkan keselamatan transportasi, terutama pada periode Lebaran serta Natal dan Tahun Baru (Nataru). Koordinasi tersebut mencakup keselamatan perkeretaapian dan transportasi multimoda agar mobilitas masyarakat dan distribusi barang tetap berjalan lancar.
AHY turut menekankan pentingnya pencegahan, deteksi dini, serta pendekatan yang mengutamakan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, kehadiran Polri tidak hanya berfungsi menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga membangun rasa aman agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.
“Polri bersama masyarakat, saya rasa ini bukan hanya sekadar jargon, melainkan harus menjadi spirit,” tegasnya.
Melalui sinergi yang berkelanjutan, keamanan diharapkan dapat mendukung kelancaran pembangunan, sementara pembangunan yang memberikan manfaat nyata turut memperkuat kesejahteraan dan stabilitas masyarakat.
Dialog tersebut dihadiri jajaran pimpinan dan koordinator widyaiswara Sespim Lemdiklat Polri, antara lain Koordinator Widyaiswara Sespim Irjen Pol Tony Ariadi Effendi, Koordinator Widyaiswara Sespimti Irjen Pol Joko Setiono, serta Kepala Sespimti Brigjen Pol Eko Suprihanto.
AHY turut didampingi Staf Khusus Menko Agust Jovan Latuconsina, Sigit Raditya, dan Irjen Pol Arief Rahman, serta Tenaga Ahli Menko Brigjen TNI Rio Neswan dan Yudhi Prasetyo Purnomo.