Survei IPO: 67 Persen Publik Percaya Prabowo Mampu Selesaikan Persoalan Mendesak Bangsa
(Dok. Kementan)
(Dok. Kementan)
Jakarta, InfoPublik - Kepercayaan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu temuan penting dalam survei Indonesia Political Opinion (IPO) bertajuk Refleksi dan Evaluasi Publik: Dua Tahun Kabinet Merah Putih.
Hasil survei menunjukkan, sebanyak 67 persen responden menyatakan percaya atau sangat percaya bahwa Prabowo mampu menyelesaikan berbagai persoalan mendesak yang dihadapi masyarakat.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa mayoritas responden masih menaruh harapan kepada Presiden Prabowo untuk menjawab tantangan nasional, mulai dari persoalan ekonomi rumah tangga hingga penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.
Meski demikian, besarnya kepercayaan tersebut berjalan beriringan dengan sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian publik. Hasil survei IPO menunjukkan, masyarakat menempatkan pengendalian harga kebutuhan pokok, pemberantasan korupsi, serta penciptaan lapangan kerja sebagai agenda yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Dalam survei tersebut, pengendalian harga bahan pokok menjadi persoalan paling mendesak bagi 28 persen responden. Selanjutnya, pemberantasan korupsi dipilih oleh 19,5 persen responden, sementara penciptaan lapangan kerja dan pengurangan pengangguran memperoleh 14,7 persen.
Data tersebut mengindikasikan bahwa kepercayaan terhadap kepemimpinan nasional turut disertai harapan agar pemerintah menghadirkan hasil nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan memperoleh kesempatan kerja.
Survei IPO juga mencatat, sebanyak 58 persen responden mengaku kondisi keuangan rumah tangganya masih terkendala untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Sementara itu, 42 persen responden menyatakan kondisi keuangan mereka cukup atau sangat mencukupi.
Kondisi ini menjadi tantangan bagi pemerintah untuk menerjemahkan kepercayaan publik ke dalam kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan mendasar masyarakat. Stabilitas harga pangan, penguatan daya beli, dan perluasan kesempatan kerja menjadi sejumlah aspek yang berkaitan langsung dengan kehidupan rumah tangga.
Di sisi lain, persepsi terhadap penegakan hukum masih menjadi catatan. Sebanyak 59 persen responden menilai kondisi penegakan hukum dan pemberantasan korupsi berada dalam kategori buruk atau sangat buruk. Temuan ini menunjukkan adanya ekspektasi publik terhadap langkah yang lebih tegas dalam memperkuat integritas serta akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.
Dalam aspek politik dan keamanan, sebanyak 68 persen responden memberikan penilaian baik atau sangat baik. Angka tersebut menunjukkan bahwa penilaian publik terhadap situasi politik dan keamanan relatif positif, meskipun tantangan dalam bidang ekonomi dan hukum masih memerlukan perhatian.
Survei ini dilakukan pada 12–20 Oktober 2026 terhadap 1.200 responden menggunakan metode multistage random sampling. Survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar 2,9 persen.
Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, menjadi narasumber yang relevan untuk menjelaskan lebih jauh makna temuan tersebut. Namun, karena materi presentasi tidak memuat kutipan langsung atau pernyataan lengkap Dedi, analisis dan pernyataan yang secara khusus diatribusikan kepadanya perlu dikonfirmasi sebelum dipublikasikan.
Secara keseluruhan, hasil survei memperlihatkan bahwa kepercayaan mayoritas responden terhadap kemampuan Presiden Prabowo menyelesaikan persoalan mendesak merupakan modal penting bagi pemerintah. Tantangan berikutnya adalah memastikan harapan tersebut terjawab melalui kebijakan yang terukur dan dampak yang nyata, terutama pada persoalan yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat.