Jakarta, InfoPublik — Presiden Prabowo Subianto menerima laporan mengenai gangguan layanan kelistrikan di sejumlah daerah dan kendala distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Bali. Meski distribusi mengalami hambatan, pemerintah memastikan stok BBM nasional masih aman dengan ketahanan pasokan berkisar 16–18 hari.
Laporan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Pertemuan itu juga membahas perkembangan Rancangan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas).
“Saya melaporkan beberapa perkembangan terkait dengan tadi saya mewakili Bapak Presiden di acara membuka Trade Expo yang ke-41 di Tangerang. Yang kedua, saya melaporkan perkembangan pembahasan RUU Migas kepada Bapak Presiden,” ujar Bahlil kepada awak media seusai pertemuan.
Terkait gangguan kelistrikan atau blackout di sejumlah wilayah, Bahlil menekankan perlunya pembenahan layanan secara lebih intensif, terutama pada aspek teknis operasional yang menjadi tanggung jawab PT PLN (Persero).
“Saya juga tadi menyampaikan karena diskusi tentang bagaimana cara agar beberapa daerah tentang listrik harus kita lakukan, apa namanya perbaikan yang lebih intensif lagi, agar bisa kita memberikan pelayanan yang terbaik untuk rakyat,” ungkapnya.
Bahlil menjelaskan, gangguan kelistrikan di Batam dipicu sejumlah persoalan teknis. Berdasarkan laporan awal yang diterimanya, gangguan tersebut antara lain berkaitan dengan jaringan listrik yang terdampak petir serta kendala teknis lainnya.
Mengenai pemulihan layanan dan kemungkinan pemberian kompensasi kepada pelanggan terdampak, Bahlil menyatakan akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan PLN untuk memperoleh penjelasan teknis mengenai kondisi di lapangan.
“Saya nanti akan bicarakan terlebih dahulu dengan teman-teman dari PLN, karena PLN yang paling tahu secara teknis implementasi di lapangan,” katanya.
Selain persoalan kelistrikan, pemerintah turut mengevaluasi hambatan distribusi BBM di Bali. Bahlil menyampaikan bahwa Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, telah berada di Bali untuk menangani persoalan tersebut.
Bahlil juga berencana menggelar rapat untuk memperoleh laporan terkini mengenai kondisi distribusi BBM serta langkah penanganan yang diperlukan.
Ia menegaskan, kendala distribusi di Bali tidak mencerminkan kekurangan stok BBM secara nasional. Berdasarkan laporan yang diterimanya, ketahanan pasokan BBM nasional masih berada pada kisaran 16–18 hari.
“Kalau stok nasional itu kita di angka 16-18 hari, jadi masih clear, gak ada masalah secara stok nasional. Jadi distribusinya yang ada sedikit mengalami terkendala, itu yang sebentar saya akan rapat,” pungkasnya.