Jakarta, InfoPublik — Presiden Prabowo Subianto mengarahkan untuk mengembangkan model pendidikan dan rehabilitasi bagi pengguna narkoba. Terutama remaja dan anak muda, agar dapat kembali menjalani kehidupan yang produktif.
Arahan tersebut disampaikan dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengatakan Presiden mendorong penyusunan pendekatan pendidikan yang dapat menjadi bagian dari proses rehabilitasi pengguna narkoba.
“Bapak Presiden mengarahkan bagaimana model kurikulum, pendidikan yang ada sehingga itu akhirnya bisa betul-betul merubah ya,” ujar Brian seusai rapat.
Menurut Brian, sejumlah perguruan tinggi telah mengembangkan praktik rehabilitasi dengan dukungan teknologi dan pendekatan pendidikan.
Masukan juga disampaikan oleh dokter dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) serta peneliti Universitas Indonesia. Pengalaman tersebut akan digunakan sebagai salah satu bahan untuk menyusun konsep rehabilitasi.
“Nah itu semuanya akan kita gunakan, kita akan rumuskan, formulasikan praktik-praktik baik yang sudah dikembangkan oleh kampus ya, perguruan tinggi, sehingga nantinya proses rehabilitasi pengguna narkoba, apalagi terutama yang remaja-remaja, anak-anak muda, itu dipastikan betul-betul bisa menyelesaikan permasalahan mereka,” kata Brian.
Presiden, lanjut Brian, juga meminta pemerintah mempelajari praktik rehabilitasi dari sejumlah negara lain, terutama model yang memadukan pendidikan dengan pemanfaatan teknologi.
“Tadi Bapak Presiden juga memberikan petunjuk, ada bagaimana best practice di beberapa negara lain gitu ya, pendidikan itu betul-betul model pendidikan dan model rehabilitasi yang memanfaatkan kemajuan-kemajuan teknologi, itu sudah bisa dilakukan ya, sehingga nantinya betul-betul permasalahan ini bisa diselesaikan,” ucap Brian.
Selain penguatan rehabilitasi, rapat tersebut turut membahas kemudahan akses narkoba di kalangan remaja.
Brian mengatakan konsep yang akan disusun bersama perguruan tinggi diarahkan agar proses rehabilitasi tidak berhenti pada pemulihan, tetapi juga membantu anak muda kembali produktif.
“Jadi tidak hanya sembuh tetapi juga kemudian produktif. Jadi yang kita akan susun bersama, tadi bersama-sama nanti perguruan tinggi yang memang memiliki fakultas kedokteran, fakultas psikologis yang sudah banyak terlibat dalam proses rehabilitasi para pengguna atau pecandu narkoba,” tuturnya.