Boalemo, InfoPublik – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie terus mengajak para pelajar untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan memahami risiko penularan HIV-AIDS sejak dini. Edukasi tersebut dinilai penting sebagai bekal generasi muda dalam menjaga diri dari pergaulan berisiko.
Pesan itu disampaikan Wagub Idah saat kembali menjadi narasumber pada kegiatan Edukasi dan Informasi Dasar HIV-AIDS, yang kali ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Kamis (5/11/2026).
Dalam sambutannya, Idah mengaku prihatin karena kasus HIV-AIDS di Provinsi Gorontalo telah ditemukan pada kelompok usia pelajar, mulai dari siswa kelas X, kelas XI, hingga mereka yang baru menyelesaikan pendidikan sekolah. Ia bahkan menggambarkan ancaman tersebut sebagai bentuk penjajahan modern yang dapat melemahkan generasi muda apabila tidak diantisipasi melalui pendidikan, pengawasan, dan kesadaran sejak dini.
“Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Jangan sampai generasi muda kita kehilangan masa depan karena kurangnya pemahaman dan salah dalam memilih pergaulan. Saya berharap anak-anak sekalian mampu menjaga diri dan tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang membawa dampak buruk,” kata Idah.
Di hadapan para siswa dan jajaran guru, Idah yang juga Ketua Pelaksana KPA Provinsi Gorontalo itu mengingatkan pentingnya selektif dalam memilih lingkungan pertemanan maupun menjalin hubungan. Menurutnya, masa remaja merupakan fase penting yang membutuhkan pendampingan dan pemahaman agar tidak terjerumus dalam perilaku berisiko.
Ia juga meluruskan sejumlah pemahaman keliru mengenai HIV-AIDS. Penularan HIV, jelasnya, tidak terjadi melalui interaksi sosial sehari-hari seperti berjabat tangan maupun berpelukan, melainkan melalui jalur penularan tertentu, termasuk hubungan seksual berisiko dan paparan darah yang terinfeksi.
Di akhir penyampaian Idah berharap materi yang diberikan tidak berhenti sebatas pengetahuan di ruang kelas. Para siswa diharapkan mampu menerapkan pola hidup sehat sekaligus menjadi penyambung informasi yang benar mengenai HIV-AIDS kepada keluarga dan teman sebaya.
“Pencegahan HIV-AIDS membutuhkan kepedulian bersama, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan tenaga kesehatan, tetapi juga keluarga, sekolah, serta lingkungan pergaulan. Tolong jaga diri kalian semua,” tandasnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 1.538 kasus diagnosis HIV-AIDS di Provinsi Gorontalo. Dari jumlah tersebut, sebanyak 170 kasus ditemukan pada kelompok maha/siswa. (mcgorontaloprov/echin)