Lumajang, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) Tahun 2026 kepada 450 buruh tani tembakau dari lima desa di Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Kamis (5/11/2026).
Penyaluran bantuan yang berlangsung di Balai Desa Besuk tersebut merupakan tahap lanjutan setelah sebelumnya 440 buruh tani tembakau dari delapan desa menerima bantuan di Balai Desa Kaliwungu.
Dengan penyaluran tersebut, total penerima BLT DBHCHT 2026 di Kecamatan Tempeh mencapai 890 buruh tani tembakau yang tersebar di 13 desa.
Wakil Bupati (Wabup) Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menyerahkan bantuan secara langsung kepada para penerima sekaligus menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan buruh tani tembakau.
Sebanyak 450 penerima pada penyaluran di Desa Besuk berasal dari lima desa, yakni Desa Besuk sebanyak 117 orang, Desa Gesang 22 orang, Desa Jatisari 71 orang, Desa Jokarto 180 orang, dan Desa Pulo 60 orang.
Yudha menjelaskan bahwa buruh tani tembakau memiliki peran penting dalam rantai produksi hasil tembakau, mulai dari penanaman, pemeliharaan, pemanenan, hingga pengolahan awal daun tembakau.
Karena itu, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga, menjaga daya beli, serta meningkatkan perlindungan sosial bagi para penerima.
“Bantuan ini mungkin sederhana, namun semoga manfaatnya bisa dirasakan nyata oleh keluarga Bapak dan Ibu sekalian. Semoga dapat membantu meningkatkan pendapatan, meringankan beban ekonomi rumah tangga, menjaga daya beli, mengurangi kerentanan sosial-ekonomi, serta meningkatkan perlindungan sosial bagi buruh tani tembakau beserta keluarganya,” ujarnya.
Menurut Yudha, bantuan tersebut memang belum dapat menyelesaikan seluruh persoalan ekonomi masyarakat. Namun, program ini menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam mendukung kesejahteraan buruh tani tembakau.
Ia juga mengingatkan para penerima agar memanfaatkan bantuan secara bijak, terutama untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Selain menyerahkan bantuan, Yudha mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan menjelang dan selama musim hujan.
Ia meminta pengurus lingkungan, pemerintah desa, dan masyarakat bekerja sama membersihkan saluran air untuk mengurangi potensi genangan dan dampak hujan.
“Mari kita bersama-sama, Pak RT, Pak RW, kepala desa, dan seluruh masyarakat bisa kerja bakti membersihkan selokan. Sebelumnya musim kemarau, sekarang sudah musim hujan. Kita bersama-sama menjaga diri dengan baik,” pesannya.
Melalui penyaluran BLT DBHCHT 2026, Pemkab Lumajang berharap bantuan dapat meringankan beban ekonomi keluarga buruh tani tembakau sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Sementara itu, ajakan kerja bakti menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi musim hujan.
(MC Diskominfo Kab. Lumajang/Tom/An-m)