Atambua, InfoPublik – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memanfaatkan Tour De EnTeTe Etape 1 Malaka–Belu untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, mempromosikan potensi wisata daerah, serta menghadirkan program sosial bagi warga. Kegiatan yang melibatkan sekitar 1.200 peserta ini juga dirangkaikan dengan bedah rumah tidak layak huni dan gerakan tanam pohon.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengatakan Tour De EnTeTe menjadi upaya agar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Provinsi NTT dapat dirasakan masyarakat di berbagai daerah, tidak hanya terpusat di Kota Kupang.
“Pembangunan di NTT harus berkeadilan. Semua orang harus merasakan situasi kebersamaan yang nyata,” kata Emanuel di Belu, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan Etape 1 digelar dengan rute sekitar 15 kilometer dari SD Katolik Nurobo, Desa Meotroi, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, menuju Kantor Camat Tasifeto Barat, Kabupaten Belu. Peserta berasal dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) pemerintah provinsi dan kabupaten, pelajar, serta masyarakat umum.
Menurut Gubernur, kegiatan ini tidak hanya mendorong masyarakat membudayakan hidup sehat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran titik-titik UMKM di sepanjang rute diharapkan meningkatkan transaksi dan memperkenalkan produk lokal kepada peserta.
Dampak ekonomi tersebut terlihat dari aktivitas jual beli hasil usaha warga, antara lain semangka dan kelapa muda yang dibeli peserta selama perjalanan.
Selain mendorong aktivitas ekonomi, panitia juga menyalurkan program bedah rumah tidak layak huni (RTLH) kepada masing-masing lima penerima manfaat di Kabupaten Malaka dan Kabupaten Belu. Program ini diharapkan membantu warga memperoleh tempat tinggal yang lebih layak.
Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, mengapresiasi kepercayaan Pemerintah Provinsi NTT yang menjadikan wilayahnya sebagai titik awal kegiatan. Ia menilai pelaksanaan Tour De EnTeTe menjadi momentum mempererat kebersamaan pemerintah dan masyarakat.
“Pilihan Bapak Gubernur untuk memulai rute pertama dari Malaka harus kita maknai bagaikan matahari pagi yang terbit dengan penuh harapan,” ungkapnya.
Setibanya di garis finis, Bupati Belu, Willybrodus Lay, menyampaikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, Tour De EnTeTe merupakan gagasan positif untuk membangun budaya hidup sehat sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Sebagai kabupaten perbatasan, kami menyatakan mendukung 101 persen untuk kesuksesan acara ini,” ungkap Willybrodus.
Ia juga mengusulkan agar kegiatan serupa pada tahun mendatang dikemas lebih meriah melalui penyelenggaraan pasar malam. Selain menjadi ruang hiburan masyarakat, kegiatan tersebut dinilai dapat memperluas kesempatan UMKM memasarkan produk dan meningkatkan perputaran ekonomi lokal.
Gubernur NTT mengapresiasi dukungan pemerintah kabupaten, instansi terkait, BUMN dan BUMD, panitia, serta masyarakat dalam menyukseskan etape pertama tersebut.
“Hari ini kita buktikan bahwa jika pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, BUMN/BUMD, seluruh instansi, dan masyarakat bersatu padu, tidak ada hal yang mustahil di NTT ini,” ungkapnya.
Tour De EnTeTe direncanakan berlanjut ke sejumlah wilayah di NTT, meliputi daratan Sumba, Flores, Sabu, Rote, Lembata, dan Alor, sebelum berakhir di Kota Kupang. Pemerintah provinsi menargetkan lima keberhasilan melalui kegiatan ini, yaitu sukses penyelenggaraan, prestasi, administrasi, pariwisata, dan ekonomi.
Rangkaian kegiatan di Kabupaten Belu juga diisi dengan Gerakan Tanam Pohon Bersama yang melibatkan Gubernur NTT, Bupati Belu, Bupati Malaka, unsur DPRD, serta jajaran perangkat daerah. Aksi tersebut menjadi bagian dari upaya penghijauan dan peningkatan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi NTT berharap olahraga, promosi pariwisata, pemberdayaan UMKM, bantuan sosial, dan kepedulian lingkungan dapat berjalan beriringan serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di berbagai daerah.