SLEMAN, InfoPublik - Kelompok Wanita Tani (KWT) Tani Makmur Kalurahan Condongcatur, Kabupaten Sleman, sukses membukukan omzet penjualan sebesar Rp1.639.000 melalui open booth perdana mereka, Selasa (3/11/2026).
Pencapaian ekonomi tersebut diraih dengan memanfaatkan momentum tingginya kunjungan masyarakat pada program layanan administrasi terpadu SEMANIS MADU atau Selasa Melayani Semua, Mudah dan Terpadu di pendopo kalurahan setempat.
Lapak pemasaran swadaya ini menjajakan beragam olahan komoditas pangan lokal mulai dari manisan kolang-kaling, wedang telang, asinan, hingga bibit tanaman sayur dengan rentang harga yang terjangkau.
Anggota KWT Tani Makmur, Ida Halimah, mengapresiasi ketersediaan fasilitas publik dari otoritas desa dan berharap belasan kelompok padukuhan lainnya dapat segera mengikuti jejak pemasaran serupa.
Dukungan penuh turut diberikan oleh Pelaksana Tugas Lurah Condongcatur, Budi Arto, beserta jajaran aparatur desa yang meninjau sekaligus memborong produk-produk lokal di lokasi pameran.
Ulu-Ulu Kalurahan Condongcatur, Murgiyanta, menegaskan, potensi pengolahan hasil panen pekarangan ini perlu terus diekskalasi guna menopang fondasi kemandirian ekonomi tingkat keluarga.
Program Semanis Madu merupakan inovasi pelayanan publik mingguan yang mengintegrasikan berbagai layanan instansi negara dengan ruang pameran usaha mikro masyarakat.
Koordinator program, Wasana, memandang, rutinitas keramaian warga di ruang publik tersebut menawarkan peluang emas bagi para pelaku UMKM untuk meningkatkan volume penjualan secara masif.
"Pemohon layanan bisa berbelanja sambil menunggu proses administrasi, di sisi lain pelaku UMKM memperoleh pasar, inilah bentuk kegiatan yang saling menguntungkan sekaligus menggerakkan ekonomi riil masyarakat," tegas Wasana.
Kerja sama berkelanjutan antara ekosistem birokrasi pelayanan dan aktivitas perniagaan akar rumput ini diharapkan sanggup mendongkrak ketahanan pangan di lingkungan perdesaan. (MC Kab. Sleman/KIM Depok/Wasana)