Lumajang, InfoPublik – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Lumajang memperkuat pendampingan keluarga dan pemantauan tumbuh kembang anak sebagai bagian dari upaya pencegahan serta penurunan stunting.
Upaya tersebut menjadi perhatian Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, saat melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Terpadu di Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Selasa (3/11/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Dewi Natalia menekankan pentingnya peran kader PKK dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dalam memberikan edukasi kesehatan serta mendampingi keluarga sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia balita.
Menurutnya, kader PKK memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan keluarga, termasuk memastikan masyarakat memahami pentingnya pemenuhan gizi dan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
“Kader-kader ini merupakan garda terdepan dalam semua kegiatan di desa. Tidak hanya sebagai kader Posyandu, tetapi juga sebagai kader Pokja I, Pokja II, Pokja III dan Pokja IV,” ungkapnya.
Dewi Natalia juga mengingatkan para orang tua agar rutin membawa balita ke Posyandu untuk memantau berat badan dan pertumbuhannya.
Ia menekankan pentingnya pemberian makanan bergizi sesuai kebutuhan anak guna mendukung pertumbuhan dan mencegah risiko stunting.
“Untuk ibu-ibu yang mempunyai balita, jaga terus timbangannya agar naik. Jangan sampai turun. Berikan makanan yang bergizi agar anak tumbuh sehat, cerdas dan terhindar dari stunting,” pesannya.
Dalam kegiatan tersebut, disampaikan bahwa Desa Tegalrandu tercatat memiliki satu kasus stunting.
Temuan tersebut menjadi perhatian TP PKK Lumajang untuk memperkuat pendampingan dan memastikan anak yang mengalami stunting mendapatkan pemantauan serta penanganan sesuai kebutuhan.
Selain balita, Dewi Natalia juga memberikan perhatian terhadap kesehatan ibu hamil sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting sejak dini.
Ia mengingatkan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin, konsumsi tablet tambah darah, dan pemenuhan kebutuhan gizi selama masa kehamilan.
“Semoga ibu dan bayinya diberikan kesehatan sampai persalinan. Jangan lupa minum tablet tambah darah, periksa kehamilan secara rutin dan konsumsi makanan bergizi,” tuturnya.
Dewi Natalia berharap kader PKK dan Posyandu dapat menyampaikan edukasi kesehatan dengan cara yang mudah dipahami sehingga masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak.
Melalui Monev Terpadu, TP PKK Kabupaten Lumajang juga mendorong kader untuk meningkatkan pendampingan langsung kepada masyarakat, selain menjalankan administrasi organisasi secara tertib.
Kolaborasi kader PKK, Posyandu, pemerintah desa, dan keluarga diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan stunting serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
MC Diskominfo Kab. Lumajang/Ard/An-m)