Lumajang, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menggandeng seluruh pemangku kepentingan untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Pemangku kepentingan yang dimaksud antara lain TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan relawan.
Langkah tersebut ditegaskan dalam Apel Siaga Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Lumajang, Provinsi Jawa Timur (Jatim), pada Selasa (3/11/2026).
Kepala Polres Lumajang, AKBP Riki Yariandi, mengingatkan bahwa Kabupaten Lumajang memiliki beragam potensi bencana, mulai dari erupsi gunung berapi, banjir, tanah longsor, hingga angin kencang.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut kesiapan seluruh unsur, baik dalam upaya pencegahan maupun penanganan keadaan darurat.
“Kesiapsiagaan bukan hanya tentang kesiapan personel dan peralatan, tetapi juga bagaimana seluruh unsur mampu membangun koordinasi, meningkatkan deteksi dini, serta memberikan respons cepat terhadap setiap perkembangan situasi,” tegasnya.
Riki mengajak TNI-Polri, BPBD, pemerintah daerah, relawan, dan instansi terkait memperkuat sinergi serta mengesampingkan ego sektoral dalam penanggulangan bencana.
Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap langkah mitigasi dan penanganan darurat.
Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menekankan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana merupakan tanggung jawab bersama yang harus dibangun sejak dini.
Menurutnya, mitigasi, koordinasi lintas sektor, dan edukasi kebencanaan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat lebih siap menghadapi situasi darurat.
“Kita tidak boleh lengah terhadap potensi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Kesiapsiagaan harus menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Yudha.
Ia juga meminta seluruh unsur terkait memastikan kesiapan personel dan peralatan pendukung, sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai langkah penyelamatan ketika terjadi bencana.
Yudha menilai kecepatan dan ketepatan penanganan menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko serta dampak bencana terhadap masyarakat.
Karena itu, koordinasi antarlembaga perlu terus diperkuat agar setiap unsur dapat menjalankan tugas secara terpadu dan profesional.
Melalui apel siaga tersebut, Pemkab Lumajang bersama TNI-Polri, BPBD, relawan, dan instansi terkait berkomitmen meningkatkan deteksi dini, memperkuat koordinasi, serta mempercepat respons terhadap potensi bencana.
Selain kesiapan petugas, keterlibatan masyarakat dalam memahami risiko bencana dan mengikuti arahan petugas menjadi bagian penting untuk membangun ketangguhan daerah dalam menghadapi situasi darurat.
(MC Diskominfo Kab. Lumajang/Anby/An-m)