Muara Enim, Infopublik – Pemanfaatan serat daun nanas menjadi produk bernilai tambah dan pengembangan wisata alam menjadi dua potensi ekonomi lokal yang didorong Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Pengembangannya membutuhkan dukungan teknologi, pembinaan usaha, dan akses pemasaran agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Penjabat Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Muara Enim Sumarni bersama Anggota Komisi XI DPR RI Wahyu Sanjaya dan Anggota Komite II DPD RI Eva Susanti meninjau sejumlah potensi tersebut dalam rangkaian kunjungan kerja dan penyerapan aspirasi masyarakat, seusai program Bunga Desa di Desa Payabakal, Kecamatan Gelumbang.
Kunjungan diawali di destinasi Wisata Alam Padang Savana Pinang Banjar. Kawasan yang menyuguhkan hamparan padang rumput hijau dan panorama perairan itu dinilai memiliki peluang untuk terus dikembangkan sebagai tujuan wisata keluarga sekaligus penggerak ekonomi masyarakat sekitar.
Eva Susanti mengapresiasi potensi wisata tersebut. Menurut dia, daya tarik alam yang dimiliki Pinang Banjar perlu didukung promosi dan penataan kawasan agar mampu meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus membuka peluang usaha bagi warga setempat.
Pengembangan destinasi wisata tidak hanya berkaitan dengan jumlah kunjungan, tetapi juga bagaimana aktivitas pariwisata menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat, antara lain melalui usaha kuliner, perdagangan, dan layanan pendukung wisata.
Dari sektor pariwisata, rombongan melanjutkan kunjungan ke Kantor Camat Kelekar untuk melihat potensi pemanfaatan serat daun nanas dan beragam produk olahan kuliner berbahan nanas.
Potensi serat daun nanas menjadi perhatian karena membuka peluang pengembangan komoditas pertanian menjadi produk dengan nilai jual lebih tinggi. Daun nanas yang belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi serat untuk bahan baku berbagai produk, sehingga berpeluang menambah sumber pendapatan masyarakat di luar penjualan hasil pertanian.
Plt. Bupati Muara Enim Sumarni menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen mendorong hilirisasi komoditas lokal melalui penguatan pembinaan dan pemanfaatan teknologi pengolahan. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus memperluas peluang pemasaran produk asal Kecamatan Kelekar.
Sinergi dengan wakil rakyat di tingkat pusat juga diharapkan membuka ruang dukungan terhadap kebutuhan pengembangan usaha, termasuk teknologi pengolahan dan penguatan kapasitas pelaku usaha lokal.
Namun, agar potensi tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan, pengolahan serat nanas perlu diikuti peningkatan kualitas produk, kepastian pasokan bahan baku, serta akses terhadap pasar. Dengan demikian, komoditas lokal tidak berhenti sebagai potensi, tetapi dapat berkembang menjadi usaha produktif yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Rangkaian kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya menyerap aspirasi sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pembangunan di tingkat desa dan kecamatan. Pemerintah daerah berharap dukungan lintas lembaga dapat mempercepat pengembangan sektor unggulan, baik pariwisata maupun pertanian, sebagai penggerak ekonomi masyarakat Muara Enim.
[diskominfosp-me]