Padang, Infopublik – Kekayaan kuliner Minangkabau membuka peluang bagi Kota Padang untuk memperoleh pengakuan dunia melalui jaringan kota kreatif UNESCO. Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menetapkan Padang sebagai salah satu kota nominasi Indonesia untuk mengikuti seleksi UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027 bidang gastronomi.
Penetapan tersebut menjadi langkah strategis untuk membawa kuliner Padang melampaui popularitas rendang dan rumah makan Minang, menuju penguatan ekosistem gastronomi yang menghubungkan tradisi, pelaku usaha, pasar tradisional, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Dokumen penetapan nominasi diserahkan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya kepada Wali Kota Padang Fadly Amran di Ruang Rapat Sarangan, Thamrin Nine, Jakarta Pusat, Rabu (4/11/2026). Dalam proses nominasi UCCN 2027, Padang mewakili Indonesia pada bidang gastronomi, sedangkan Kabupaten Bantul diusung pada bidang kerajinan dan seni rakyat.
Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, pencalonan tersebut merupakan peluang untuk memperkuat identitas kuliner sekaligus menjadikannya salah satu penggerak perekonomian daerah. Menurut dia, kekuatan gastronomi Padang tidak hanya terletak pada ragam makanan, tetapi juga pada tradisi, aktivitas perdagangan, dan kehidupan sosial masyarakat yang tumbuh di sekitarnya.
“Selama ini, kita melihat kuliner sudah menjadi bagian dari identitas Kota Padang. Ketika kita menghadapi beberapa kali cobaan dan bencana, kita selalu berupaya melihat kembali jati diri dan potensi yang bisa diangkat sebagai kekuatan ekonomi daerah. Potensi inilah yang akan kita bawa ke level yang lebih tinggi,” ujar Fadly.
Untuk memperkuat peluang tersebut, Pemerintah Kota Padang berupaya membangun ekosistem gastronomi melalui pembenahan infrastruktur, pengembangan industri makanan, serta penyelarasan program unggulan daerah.
Pasar tradisional juga menjadi bagian penting dalam pengembangan potensi tersebut. Aktivitas pasar yang tetap menjadi pusat perdagangan dan kehidupan masyarakat menunjukkan bahwa kekuatan kuliner Padang bertumpu pada rantai ekonomi yang melibatkan banyak pihak, mulai dari pemasok bahan pangan, pedagang, pengolah makanan, hingga pelaku usaha kuliner.
Pendekatan ini penting agar pengembangan gastronomi tidak berhenti pada promosi makanan khas, tetapi turut membuka peluang bagi pertumbuhan usaha, penguatan daya saing produk lokal, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengapresiasi keberhasilan Padang menembus tahap nominasi nasional. Menurut dia, UCCN yang digagas UNESCO sejak 2004 memberikan ruang bagi kota-kota untuk mengembangkan kreativitas sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
“Penetapan nominasi ini menjadi peluang bagi Kota Padang untuk memperkenalkan kekayaan kuliner, tradisi, dan potensi gastronomi ke tingkat internasional, sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif sebagai bagian dari pembangunan kota berkelanjutan,” kata Teuku Riefky.
Bagi Padang, nominasi ini menjadi kesempatan untuk memperluas pengenalan kuliner Minangkabau di tingkat internasional sekaligus memperkuat keterkaitan antara budaya dan ekonomi. Namun, peluang tersebut juga menuntut konsistensi dalam mengembangkan industri kuliner, menjaga tradisi, meningkatkan kualitas produk, dan memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan pelaku usaha lokal.
Penyerahan dokumen nominasi turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Sumatra Barat Nanda Satria, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza, serta Ketua Panitia Seleksi Nasional UCCN 2027 Prof. Wiendu Nuryanti.
Melalui pencalonan UCCN 2027, Pemko Padang menargetkan gastronomi menjadi salah satu kekuatan pembangunan kota yang menghubungkan warisan budaya dengan inovasi dan peluang ekonomi. Pengakuan internasional yang diupayakan bukan sekadar kebanggaan daerah, melainkan peluang untuk membawa kekayaan kuliner Padang ke pasar dunia dan memperkuat daya saing ekonomi kreatif.
(Mul)
~ 📤 by Ju