Weda, InfoPublik — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Tengah (Halteng) melaporkan pembangunan lebih dari 3.000 rumah layak huni serta penyaluran beasiswa kepada 5.119 mahasiswa dalam peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-36 Halteng.
Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, menyampaikan capaian itu dalam upacara bernuansa adat di Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, pada Sabtu (31/10/2026).
Ia mengajak masyarakat menjadikan peringatan hari jadi sebagai kesempatan mengevaluasi pembangunan dan memperkuat persatuan.
Menurut Ikram, lebih dari 3.000 rumah layak huni telah dibangun dan ditempati warga berekonomi lemah. Ia menyebut pembangunan tersebut dibiayai tanpa menggunakan anggaran pemerintah pusat maupun provinsi.
Di bidang pendidikan, pemerintah daerah merealisasikan anggaran beasiswa sebesar Rp66.563.648.023 bagi 5.119 mahasiswa. Penerimanya terdiri atas 4.186 mahasiswa S1, 835 mahasiswa S2, 16 mahasiswa S3, 61 mahasiswa kedokteran, 15 mahasiswa profesi dokter, dan enam mahasiswa dokter spesialis.
Program tersebut ditujukan untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang mendukung pembangunan daerah.
Ikram juga menyampaikan bahwa pembayaran insentif tetap berjalan meskipun pada 2026 terdapat efisiensi anggaran sekitar Rp961,03 miliar.
Insentif disalurkan kepada 5.239 lansia, 1.711 janda, 773 anak yatim, 461 penyandang disabilitas, serta 7.806 ibu hamil dan menyusui. Pemerintah daerah juga memberikan insentif kepada imam dan pendeta serta tetap membayarkan tambahan penghasilan pegawai.
Selain pelayanan sosial dan pendidikan, Ikram mengapresiasi kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur dalam membuka akses Jalan Lintas Fagogoru. Ia mengatakan jalur tersebut kini telah digunakan masyarakat.
“Jalan Lintas Fagogoru adalah cerita tentang Fagogoru, yang berarti kasih sayang sesama saudara. Dua daerah ini memiliki falsafah Fagogoru,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Ikram mengajak masyarakat dari Sumber Sari hingga Pulau Gebe mensyukuri perjalanan Halteng yang dibangun melalui persatuan, kerja keras, dan tanggung jawab bersama. Ia juga menekankan pentingnya merawat warisan leluhur serta menjadikan nilai Fagogoru sebagai landasan pembangunan.
Nuansa adat mewarnai rangkaian upacara. Bupati dan Wakil Bupati diarak menggunakan perahu kora-kora dengan iringan lantunan saut lala menuju lokasi upacara. Warga dari berbagai suku turut hadir mengenakan busana adat bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat.