Martapura, InfoPublik – Sekitar 80 siswa SMP Negeri 1 Astambul, Kabupaten Banjar, mengikuti, edukasi pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan yang diselenggarakan Tim Pencegahan Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Kalimantan Selatan Densus 88 Antiteror (AT) Polri, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan bertema “Mencegah Radikalisasi dan Kekerasan pada Anak” tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pelajar mengenai bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET), sekaligus membangun kesadaran untuk mencegah berbagai bentuk kekerasan sejak dini.
Kegiatan yang berlangsung di ruang sanggar SMP Negeri 1 Astambul itu diikuti siswa, khususnya kelas IX. Narasumber dari Tim Densus 88, Briptu Bima Wisnu Amrullah bersama anggota tim lainnya, menyampaikan materi tentang perundungan, intoleransi, radikalisasi, serta berbagai bentuk kekerasan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh remaja.
Dalam pemaparannya, tim menekankan, pentingnya kemampuan siswa mengenali pengaruh negatif, baik di lingkungan pergaulan maupun di ruang digital. Media sosial dan permainan daring dapat menjadi sarana penyebaran konten ekstrem. Karena itu, pelajar perlu meningkatkan, literasi digital, bersikap kritis terhadap informasi, serta tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang mengarah pada kebencian dan kekerasan.
Tim narasumber juga mengingatkan bahwa pengalaman menjadi korban perundungan dapat menimbulkan kerentanan emosional, meskipun tidak secara otomatis menyebabkan seseorang terpapar paham radikal. Oleh sebab itu, siswa didorong untuk berani mencari bantuan apabila mengalami kekerasan atau perundungan.
“Bullying tidak secara otomatis membuat seseorang radikal, namun pengalaman kekerasan dan rasa terasing bisa menjadi pintu kerentanan. Karena itu, jangan diam, segera lapor kepada orang tua atau guru jika menjadi korban,” pesan tim narasumber kepada para siswa.
Selain membahas pencegahan perundungan, kegiatan ini mengajak siswa menghargai perbedaan, menerapkan sikap toleran, dan menggunakan media digital secara bijak. Melalui diskusi interaktif, siswa mendapat kesempatan untuk mengajukan pertanyaan serta memahami langkah yang dapat dilakukan ketika menemukan perundungan atau konten yang mengarah pada kekerasan dan ekstremisme.
Pada kesempatan yang sama, Kepala SMP Negeri 1 Astambul, Rahmadaniah, mengapresiasi edukasi yang diberikan Tim Satgaswil Kalimantan Selatan Densus 88 AT Polri. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi bekal bagi siswa untuk mengenali dan menghindari pengaruh negatif di lingkungan sekitar maupun di ruang digital.
“Kami sangat berterima kasih karena SMPN 1 Astambul mendapat kesempatan menjadi salah satu sekolah tempat pelaksanaan sosialisasi ini. Besar harapan kami, materi yang disampaikan dapat menjadi bekal bagi seluruh peserta didik agar terhindar dari pengaruh negatif dan mampu menerapkan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.(Mc.Banjar/Eyv)
Kegiatan berlangsung aman dan mendapat respons antusias dari para siswa. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelajar untuk menolak kekerasan, menghormati perbedaan, serta turut menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan toleran.
(Media Center Banjar)