Gresik Pastikan Akses Kesehatan Warga melalui Program UHC
Pemkab Gresik Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
Pemkab Gresik Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
Gresik, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten Gresik, Jawa Timur, memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk memastikan masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang layak. Melalui program Universal Health Coverage (UHC), warga ber-KTP Gresik dapat mengakses layanan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk bagi masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.
Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, dalam Forum Kolaborasi dan Lokakarya Lintas Sektor bersama Puskesmas yang digelar di Kantor Kecamatan Driyorejo, Rabu (21/10/2026).
“Bagi masyarakat yang memiliki KTP Gresik, tidak perlu khawatir untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen memastikan masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang dibutuhkan,” ujar Asluchul.
Forum yang melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, pemerintah kecamatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan tersebut menjadi wadah koordinasi untuk meningkatkan mutu layanan sekaligus mencari solusi atas berbagai tantangan kesehatan di masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, Mukhibatul Khusna, mengungkapkan bahwa tingginya kunjungan pasien menjadi salah satu tantangan pelayanan di wilayah Driyorejo. Puskesmas Driyorejo melayani sekitar 350 pasien rawat jalan per hari, sedangkan Puskesmas Karangandong melayani sekitar 150 pasien per hari.
Dari sisi kapasitas rawat inap, Puskesmas Driyorejo memiliki 10 tempat tidur, sementara Puskesmas Karangandong menyediakan empat tempat tidur. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam upaya mengurangi antrean dan meningkatkan efektivitas pelayanan.
Selain memastikan akses pengobatan, Pemkab Gresik juga memperkuat upaya pencegahan penyakit melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Hingga saat ini, cakupan program tersebut telah mencapai 46 persen dari masyarakat Kabupaten Gresik.
Pemeriksaan kesehatan gratis diharapkan membantu mendeteksi penyakit sejak dini sehingga masyarakat dapat segera memperoleh penanganan yang sesuai. Langkah preventif ini menjadi bagian penting untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus mengurangi risiko penyakit berkembang menjadi lebih serius.
Upaya pencegahan juga difokuskan pada penanggulangan tuberkulosis (TBC) dan stunting. Dinas Kesehatan mendorong kolaborasi dengan TP PKK Kabupaten Gresik dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas penemuan kasus TBC, meningkatkan edukasi kesehatan, serta memperkuat pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi dan perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak.
Dalam mendukung target eliminasi TBC pada 2028, keterlibatan perusahaan di Kecamatan Driyorejo juga diharapkan semakin meningkat. Dunia usaha dinilai dapat berkontribusi dalam edukasi, penemuan kasus, dan penanganan TBC, terutama di lingkungan pekerja dan masyarakat sekitar.
Sementara itu, TP PKK berperan dalam menggerakkan masyarakat hingga tingkat desa untuk meningkatkan kesadaran tentang pemenuhan gizi dan pencegahan stunting sejak dini.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Gresik berharap peningkatan akses layanan kesehatan dapat berjalan beriringan dengan penguatan pencegahan penyakit. Sinergi antara pemerintah daerah, puskesmas, pemerintah desa, TP PKK, dan dunia usaha diharapkan mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau, berkualitas, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
© Copyright 2026, All Rights Reserved