Cilacap, InfoPublik - Kabupaten Cilacap meraih nilai pengawasan kearsipan 96,69 dengan predikat AA atau sangat memuaskan pada 2026. Capaian ini menempatkan Cilacap di peringkat kedua Jawa Tengah, naik satu tingkat dibandingkan 2025.
Kepala Bidang Pembinaan, Pengembangan, dan Pengawasan Kearsipan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Tri Yuni Atmojo, menilai hasil tersebut mencerminkan peningkatan kualitas pengelolaan arsip di lingkungan pemerintah daerah.
“Pengelolaan kearsipan perangkat daerah Kabupaten Cilacap sudah semakin baik dan sesuai dengan prinsip, kaidah, serta standar kearsipan,” kata dia dalam Gelar Pengawasan Kearsipan Daerah Kabupaten Cilacap 2026 di Aula BPKAD, Kamis (22/10/2026).
Nilai pengawasan kearsipan Cilacap meningkat dari 93,07 pada 2025 menjadi 96,69 pada 2026. Sebelumnya, nilai tersebut tercatat 61,23 pada 2022, 73,72 pada 2023, dan 66,36 pada 2024.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Cilacap, Ahmad Fauzi, mengatakan pengawasan internal pada 2026 mencakup 51 perangkat daerah untuk meningkatkan kesadaran dan memastikan pengelolaan arsip sesuai standar.
“Pengawasan internal bertujuan meningkatkan kesadaran perangkat daerah tentang pentingnya arsip sekaligus memastikan pengelolaannya sesuai dengan standar kearsipan,” ujar Fauzi.
Peningkatan juga terlihat pada jumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang meraih predikat AA, dari enam pada 2025 menjadi 11 pada 2026. Di tingkat kecamatan, jumlahnya bertambah dari delapan menjadi 16 kecamatan.
Pemkab Cilacap turut memperkenalkan SATU atau Sistem Informasi Kearsipan Terpadu untuk mendukung pengembangan layanan kearsipan berbasis digital.
Dalam kegiatan yang sama, pemerintah daerah memberikan penghargaan kepada pemenang lomba film dokumenter animasi tingkat Kabupaten Cilacap 2026. Sebanyak 26 sekolah mengirimkan 29 karya bertema sejarah dan pelestarian warisan budaya.
Juara pertama diraih SMAN 1 Majenang melalui film Makam Kerkhoff: Arsip Sunyi Cilacap, disusul MAN 1 Cilacap dengan Pemintalan Cilacap: Merajut Hidup, Merajut Sejarah sebagai juara kedua, serta SMK YPE Cilacap dengan Benteng Pendem: Jejak Sejarah yang Tertinggal sebagai juara ketiga.
Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Annisa Fabriana, mengapresiasi karya para pelajar yang mengangkat sejarah dan identitas daerah.
“Tema wisata bersejarah, tokoh daerah, dan cagar budaya sangat relevan dengan upaya menjaga warisan sejarah serta identitas Cilacap,” kata dia.
Annisa berharap kegiatan tersebut mendorong generasi muda mengenal sejarah daerah dan menjaga identitas Cilacap melalui pemanfaatan arsip.