SLEMAN, InfoPublik - Pemerintah Kalurahan Condongcatur di Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, terus memacu profesionalisme aparatur sipil dan kualitas pelayanan publik melalui internalisasi Budaya Pemerintahan SATRIYA BerAKHLAK.
Langkah pemantapan reformasi birokrasi ini dieksekusi secara unik melalui rapat dinas kultural Seloso Kliwonan yang bertempat di kediaman Kepala Urusan Tata Laksana setempat, Andree Setiawan, Selasa (20/10/2026).
Pelaksana Tugas Lurah Condongcatur, Budi Arto, memastikan, tradisi perjumpaan rutin tersebut menjadi instrumen taktis untuk mengevaluasi kinerja sekaligus merekatkan soliditas antarperangkat desa.
Ia mewajibkan seluruh jajarannya untuk membumikan nilai-nilai integritas birokrasi ke dalam praktik keseharian, terutama saat bersinggungan langsung dengan pelayanan urusan masyarakat.
Guna menjamin akuntabilitas, Kepala Jawatan Praja Kapanewon Depok, Feri Ferdian, mendesak aparatur kalurahan untuk merapikan manajemen kinerja mulai dari tahapan perencanaan hingga pelaporan akhir.
Penertiban tata kelola administrasi ini secara khusus difokuskan pada eksekusi berbagai program daerah yang disokong oleh alokasi Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sebagai narasumber utama, Ketua Tim Kerja Kinerja dan Reformasi Birokrasi Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Erma Ekawati Purnama, membedah tujuh pilar Budaya SATRIYA yang berakar pada filosofi kelokalan.
Nilai keselarasan, akal budi luhur, keteladanan, kerelaan melayani, inovasi, kepercayaan diri, hingga kepiawaian profesional tersebut disinergikan sepenuhnya dengan pedoman kerja aparatur nasional BerAKHLAK.
Metode penguatan mentalitas aparatur tersebut dikemas secara dinamis menggunakan media film pendek guna mempercepat pemahaman para perangkat kewilayahan.
Erma turut mengapresiasi keampuhan tradisi Seloso Kliwonan yang terbukti efektif dalam mencairkan kebuntuan komunikasi operasional lapangan karena sukses meleburkan jalur koordinasi formal dengan nuansa kekeluargaan.
Rangkaian pertemuan bergilir yang melibatkan partisipasi pasangan pamong dari tingkat lurah hingga dukuh ini juga diwarnai dengan pengundian arisan bulanan guna merawat kohesi sosial komunal.
Kerja sama antara pelestarian kearifan lokal dan penguatan tata kelola pemerintahan yang profesional ini diproyeksikan sanggup menghadirkan pelayanan publik yang semakin berdampak nyata bagi kesejahteraan warga perdesaan. (MC Kab. Sleman/KIM Depok/Wasana)