Langgur, InfoPublik — Sebanyak 93 tim dari kalangan pelajar hingga masyarakat umum ambil bagian dalam lomba Goyang Meti Kei yang menjadi salah satu daya tarik Festival Pesona Meti Kei (FPMK) 2026 di Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku. Perlombaan yang berlangsung pada 20–21 Oktober 2026 di Landmark Kota Langgur tersebut menjadi ajang kreativitas sekaligus pelestarian budaya masyarakat Kei.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Maluku Tenggara, Budi Toffi, mengatakan antusiasme peserta terlihat dari banyaknya tim yang mendaftar, termasuk 40 tim pelajar sekolah dasar (SD).
“Total yang mengikuti Goyang Meti Kei sebanyak 93 tim. Sebanyak 40 tim berasal dari pelajar SD, sedangkan sisanya dari SMP dan umum,” kata Budi di Landmark Kota Langgur, Selasa (20/10/2026).
Menurut Budi, keterlibatan pelajar dan masyarakat umum menunjukkan bahwa FPMK tidak hanya menjadi agenda hiburan tahunan, tetapi juga wadah untuk mengembangkan kreativitas, menyalurkan bakat, dan memperkuat kecintaan generasi muda terhadap seni budaya daerah.
Selain menghadirkan pertunjukan budaya, penyelenggaraan FPMK 2026 diarahkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya sektor ekonomi kreatif.
Budi menjelaskan bahwa panitia tetap mengedepankan efisiensi anggaran dengan mengoptimalkan penyelenggaraan kegiatan secara mandiri tanpa membebani masyarakat.
Ia juga mengapresiasi dukungan Polres Maluku Tenggara dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang turut menjaga keamanan serta ketertiban selama perlombaan dan rangkaian festival berlangsung.
Lebih lanjut, Budi mengajak masyarakat memanfaatkan momentum FPMK 2026 untuk memperkuat persaudaraan sekaligus mempertahankan identitas budaya maritim yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kepulauan Kei.
“Mari bergembira bersama dan kita nyatakan bahwa Kei memiliki satu visi: surga dunia ada di Kei. Budaya maritim harus kita jaga sebagai identitas dan kebudayaan kita,” ujarnya.
(MC.Maluku Tenggara/Adolof Labetubun)