Investasi Rp1,6 Triliun Masuk KITB, Siak Targetkan Serap 700 Tenaga Kerja
Ilustrasi: Kawasaki Industri Tanjung Buton (KITB) Siak/ (MC Siak)
Ilustrasi: Kawasaki Industri Tanjung Buton (KITB) Siak/ (MC Siak)
Siak, InfoPublik- Investasi senilai sekitar Rp1,6 triliun akan masuk ke Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kabupaten Siak, Riau. Pemerintah Kabupaten Siak menargetkan investasi tersebut mampu menyerap sedikitnya 700 tenaga kerja dalam dua tahun ke depan.
Bupati Siak Afni Zulkifli meminta perusahaan yang berinvestasi di KITB memprioritaskan masyarakat lokal, khususnya generasi muda Siak.
Menurut dia, masuknya investasi harus memberikan manfaat nyata melalui penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan aktivitas ekonomi baru di daerah.
"Insya Allah dua tahun dari sekarang tidak kurang dari 700 tenaga kerja akan terserap di satu perusahaan ini saja. Kami tekankan, tolong prioritaskan anak-anak muda Siak," kata Afni saat penutupan MTQ tingkat Kecamatan Siak di Kampung Langkai, Rabu (7/10/2026).
Afni menegaskan, Pemkab Siak tidak ingin investasi hanya berhenti pada seremoni peresmian. Pemerintah daerah akan memastikan perusahaan memenuhi berbagai persyaratan dan benar-benar siap menjalankan kegiatan industri sebelum dilakukan peresmian.
"Saya tidak mau investasi ini hanya gunting pita saja. Saya baru mau meresmikan kalau mereka betul-betul sudah membersihkan lahan, meletakkan duitnya, menyelesaikan izin, membuat master plan dan sudah siap merekrut muda-muda Siak," ujar dia.
Menurut Afni, investasi di KITB diharapkan memberikan efek ekonomi yang lebih luas. Selain menciptakan lapangan kerja secara langsung, aktivitas industri diproyeksikan mendorong pertumbuhan usaha perdagangan, jasa, dan sektor pendukung lainnya di sekitar kawasan.
Pengembangan KITB juga menjadi bagian dari strategi Pemkab Siak dalam menghadapi tantangan fiskal daerah, termasuk penurunan Dana Bagi Hasil (DBH). Siak perlu menyiapkan sumber pertumbuhan ekonomi baru agar tidak terus bergantung pada sektor minyak dan gas.
"Minyak kita suatu hari akan habis. Kita harus menyiapkan pintu-pintu ekonomi yang lain," kata dia.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong KITB menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis industri. Investasi yang masuk diharapkan tidak hanya memperluas kesempatan kerja, tetapi juga meningkatkan pendapatan dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain mendorong investasi dan pemenuhan hak masyarakat, Pemkab Siak juga membuka peluang kerja sama ekonomi dengan Lembaga Adat Melayu. Kerja sama tersebut diarahkan untuk menciptakan sumber pendanaan alternatif bagi lembaga adat sehingga pelestarian adat dan budaya tidak sepenuhnya bergantung pada APBD.
Afni berharap DPRD, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan bersama-sama menjaga iklim investasi di Kabupaten Siak.
Menurut dia, keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari besarnya modal yang masuk, tetapi juga dari manfaat yang diterima masyarakat.
Dengan masuknya investasi sekitar Rp1,6 triliun ke KITB, Pemkab Siak menargetkan kawasan tersebut menjadi salah satu penggerak ekonomi baru di Kabupaten Siak.
Ukuran keberhasilannya diarahkan pada terciptanya lapangan kerja, tumbuhnya usaha masyarakat, peningkatan pendapatan, serta semakin luasnya manfaat investasi bagi warga Siak.
(Dep/MC Siak)
© Copyright 2026, All Rights Reserved