BMKG Imbau Warga Sumenep Waspadai Perubahan Cuaca Awal Oktober
Sumenep, Infopublik – Masyarakat Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat berlangsung cepat memasuki awal Oktober 2026. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan dan masyarakat pesisir.
Kepala BMKG Sumenep Ari Widjajanto mengatakan, wilayah Madura, termasuk Sumenep, pada Senin (5/10/2026) secara umum diprakirakan berawan. Namun, dinamika atmosfer tetap berpotensi memicu perubahan cuaca lokal dalam waktu relatif singkat.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak hanya mengandalkan kondisi cuaca saat hendak beraktivitas, tetapi juga memperhatikan perkembangan prakiraan dan peringatan dini cuaca. “Untuk masyarakat pada umumnya, tetap memperhatikan perkembangan cuaca. Terutama ketika terjadi perubahan kondisi langit dan peningkatan kecepatan angin,” kata Ari, Senin (5/10/2026).
Menurutnya, perubahan tutupan awan, kondisi angin, serta kemunculan awan pertumbuhan dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan karena berpotensi diikuti perubahan cuaca secara mendadak.
Kewaspadaan lebih tinggi diperlukan masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir serta nelayan. Perubahan angin dan gelombang laut perlu diperhitungkan sebelum melakukan aktivitas pelayaran atau melaut.
Berdasarkan informasi BMKG untuk wilayah Laut Jawa bagian timur pada 5 Oktober 2026, kecepatan angin berada di kisaran 10–14 knot dengan arah dominan dari tenggara. Sementara itu, tinggi gelombang diprakirakan sekitar 1,1–1,4 meter atau berada pada kategori rendah hingga sedang pada sejumlah periode.
“Secara umum kondisi laut masih dalam kategori rendah hingga sedang, tetapi nelayan tetap perlu memperhatikan perkembangan cuaca terbaru dari BMKG sebelum berangkat melaut,” ujar Ari.
Informasi cuaca maritim menjadi penting bagi nelayan untuk menentukan waktu keberangkatan dan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi laut. Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi risiko ketika kondisi cuaca berubah setelah kapal berada di laut.
Selain aktivitas di laut, masyarakat di daratan juga diminta mengantisipasi potensi hujan yang disertai angin kencang. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko pohon tumbang maupun robohnya benda atau bangunan yang tidak kokoh.
BMKG mengingatkan warga untuk tidak berteduh di bawah pohon besar ketika hujan disertai angin kencang. Masyarakat juga perlu menjauh dari papan reklame, bangunan, atau benda lain yang berpotensi roboh.
Masyarakat Sumenep diharapkan menjadikan informasi cuaca sebagai bagian dari pertimbangan sebelum melakukan aktivitas sehari-hari. Pemantauan prakiraan dan peringatan dini cuaca melalui kanal resmi BMKG memungkinkan masyarakat melakukan antisipasi lebih awal ketika terjadi perubahan kondisi atmosfer.
Dengan kewaspadaan dan pemanfaatan informasi cuaca secara tepat, masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas dengan kondisi aktual sekaligus mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh perubahan cuaca.
(Ren/Fer)
© Copyright 2026, All Rights Reserved