Sumenep, InfoPublik – Pelestarian musik tradisional kini dapat dilakukan melalui media sosial. Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, mengikuti gerakan “Nongtong Bareng” untuk mempromosikan musik tong-tong melalui konten digital saat Festival Musik Tong-Tong se-Madura, Sabtu (17/10/2026).
Nongtong merupakan akronim dari Nonton, Ngonten, Online, Streaming. Gerakan yang digagas Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumenep ini mengajak masyarakat tidak hanya menikmati pertunjukan, tetapi juga mendokumentasikan dan menyebarluaskan musik tong-tong melalui platform digital.
Kepala Diskominfo Kabupaten Sumenep, Indra Wahyudi, mengatakan gerakan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara masyarakat, seniman, dan pemerintah daerah untuk menjaga keberlangsungan warisan budaya lokal melalui pendekatan yang dekat dengan kebiasaan generasi muda.
“Musik tong-tong sesuai SK Kemendagri 2021 telah resmi menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb). Oleh karena itu, sebagai warga Kabupaten Sumenep, sudah selayaknya kita merasa bangga dan mengekspresikan rasa bangga itu ke dalam bentuk yang lebih konkret,” ujar Indra, Rabu (14/10/2026).
Ia menjelaskan, masyarakat dapat berpartisipasi dengan mengunggah video pertunjukan, foto, cerita, maupun siaran langsung melalui TikTok, Facebook, YouTube, dan Instagram. Bentuk konten dapat disesuaikan dengan kreativitas masing-masing, mulai dari reels, story, video sesuai permintaan (video on demand/VOD), hingga live streaming.
“Nonton, kemudian ngonten, streaming, meramaikan ruang digital dengan kampanye budaya musik tong-tong adalah bagian dari ekspresi rasa bangga kita memiliki warisan musik tong-tong,” katanya.
Indra berharap partisipasi masyarakat dapat memperluas jangkauan promosi musik tong-tong, terutama kepada generasi muda dan audiens di luar Madura. Dengan begitu, ruang digital tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media untuk memperkenalkan identitas budaya daerah kepada masyarakat luas.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi, mengapresiasi gerakan tersebut. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam mendokumentasikan dan membagikan pertunjukan dapat memperkuat promosi Festival Musik Tong-Tong se-Madura.
Faruk menambahkan, Festival Musik Tong-Tong Sumenep kembali masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang ditetapkan Kementerian Pariwisata. Pengakuan tersebut menjadi peluang untuk memperluas promosi festival sekaligus memperkuat daya tarik wisata budaya Sumenep.
Musik tong-tong juga mendapat kesempatan tampil dalam rangkaian acara MotoGP di Mandalika beberapa hari sebelumnya. Sebelumnya, kesenian tersebut turut menarik perhatian publik nasional melalui panggung Dangdut Academy 7 Indosiar, yang mengantarkan Valen meraih juara kedua.
Menurut Faruk, berbagai kesempatan tampil tersebut menunjukkan bahwa musik tong-tong memiliki potensi untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Dukungan masyarakat melalui kampanye digital diharapkan dapat memperkuat posisi Sumenep sebagai salah satu pusat atraksi budaya Madura.
Festival Musik Tong-Tong se-Madura dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (17/10/2026) di depan Masjid Jamik Sumenep. Melalui gerakan Nongtong Bareng, masyarakat diajak menjadikan festival ini bukan hanya tontonan, melainkan juga momentum untuk merawat warisan budaya dan memperkenalkannya kepada dunia melalui kreativitas digital.
(Yudi/Fer)