Atambua, InfoPublik - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu bergerak membenahi mutu pendidikan setelah posisi kualitas pendidikan daerah tersebut berada di peringkat ke-19 dari seluruh kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bupati Belu, Willybrodus Lay, menilai kondisi tersebut membutuhkan pembenahan serius, terutama pada pendidikan dasar di wilayah kecamatan dan pedesaan.
Hal itu disampaikan Bupati Belu saat menerima kunjungan jajaran Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga di Ruang Rapat Bupati Belu, Senin (5/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penjajakan kerja sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah perbatasan RI-RDTL.
"Peringkat kita terjun bebas ke level 19. Karena itu, saya meminta Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Kabupaten Belu untuk terus mengawal dan mendampingi proses ini. Saya berterima kasih kepada para profesor dan doktor dari UKSW yang mau datang jauh-jauh ke Atambua demi kecintaan pada Indonesia Timur. Kita membangun Indonesia bukan dari Jawa saja," tegas Bupati Belu.
Menurut Willybrodus, persoalan pendidikan di Belu tidak merata. Sekolah di kawasan perkotaan dinilai memiliki siswa yang mampu bersaing secara nasional, sementara ketertinggalan masih terlihat di sejumlah kecamatan dan desa.
Untuk memperbaiki kondisi tersebut, Bupati meminta Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga melakukan evaluasi terhadap kualitas kepemimpinan sekolah. Ia menginstruksikan agar kompetensi seluruh kepala sekolah diuji kembali secara ketat, antara lain melalui penyusunan makalah kerja yang realistis dan sesuai dengan persoalan pendidikan di masing-masing wilayah.
Pembenahan juga diarahkan hingga proses belajar mengajar di ruang kelas. Bupati mendorong guru memperkuat kembali interaksi langsung dengan siswa dan tidak sepenuhnya bergantung pada perangkat elektronik dalam proses pembelajaran.
Ia juga meminta pekerjaan rumah siswa dikerjakan dengan tulisan tangan dan tidak menggunakan telepon seluler. Tugas tersebut sekaligus harus mendapat tanda tangan orang tua sebagai bentuk keterlibatan keluarga dalam mengawasi proses belajar anak.
Willybrodus menilai salah satu persoalan mendasar yang menyebabkan masih adanya siswa sekolah dasar yang kesulitan membaca dan menulis adalah belum optimalnya akses pendidikan anak usia dini di wilayah kampung.
"Ke depan, kita ingin PAUD ada di setiap dusun. Konsepnya PAUD Orang Tua, bukan PAUD Pemerintah," ujarnya.
Menurutnya, pembangunan PAUD berbasis masyarakat akan mendorong rasa memiliki terhadap fasilitas pendidikan. Pemerintah daerah nantinya memberikan dukungan sebagai stimulus, sementara masyarakat dilibatkan melalui gotong royong untuk memenuhi kebutuhan pembangunan dan penyelenggaraan PAUD.
Konsep tersebut diharapkan dapat memperkuat fondasi pendidikan anak sebelum memasuki jenjang sekolah dasar, sehingga persoalan ketertinggalan kemampuan dasar dapat ditekan sejak awal.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Pengajaran, Akademik, dan Kemahasiswaan UKSW, Prof. Ferdy Samuel Rondonuwu, mengatakan, UKSW siap berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk membantu peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Belu.
Ia menyampaikan, selama lebih dari tiga tahun terakhir UKSW telah bermitra dengan PT Astra International dalam pendampingan pendidikan dasar di 20 kabupaten, termasuk sejumlah wilayah di NTT.
"Bagi kami, masalah pendidikan tidak akan pernah selesai karena merupakan kebutuhan mendasar. Kami sangat berterima kasih atas kesempatan ini. Ini pertama kalinya kami menginjakkan kaki di Atambua, perbatasan terjauh yang menarik bagi kami, khususnya dalam berbagi pengalaman bersama para guru di sini," ujar Ferdy.
Ferdy juga mengapresiasi perhatian Bupati Belu terhadap pendidikan dasar. Menurutnya, penguatan pendidikan pada jenjang SD dan SMP merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.
Kerja sama Pemkab Belu dan UKSW selanjutnya diharapkan dapat memperkuat pembinaan guru, peningkatan kualitas pembelajaran, serta penanganan kesenjangan pendidikan antara wilayah perkotaan dan perdesaan di Kabupaten Belu.