Bireuen, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten Bireuen memilih menggelar rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bireuen secara sederhana. Konsep tersebut diterapkan sebagai bentuk empati kepada masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana.
Bupati Bireuen Mukhlis menyampaikan, hal itu dalam acara coffee morning dan silaturahmi bersama wartawan liputan wilayah Bireuen, Sabtu (3/10/2026).
Mukhlis mengatakan, keputusan menggelar HUT secara sederhana mempertimbangkan kondisi masyarakat yang masih dalam proses pemulihan setelah bencana.
“Kami berpikir acara HUT Bireuen kali ini kita buat agak sederhana mengingat baru saja terjadi bencana. Saudara-saudara kita masih dalam keadaan kekurangan dan bersedih, sehingga jangan sampai kita di sini berhura-hura,” ujarnya.
Sebagai bagian dari konsep tersebut, rangkaian HUT Bireuen mengusung tema “Bireuen Berselawat” dengan sejumlah kegiatan keagamaan. Agenda yang disiapkan antara lain tausiah, selawat bersama, serta pertunjukan seni Islami berupa marawis dan hadrah.
Menurutnya, kegiatan keagamaan menjadi bagian penting dalam peringatan HUT tahun ini, sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah kondisi masyarakat pascabencana.
Pertandingan Voli Tetap Digelar Gor
Dalam pertemuan tersebut, Mukhlis juga menjelaskan penyelenggaraan pertandingan voli wanita yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan HUT Bireuen.
Ia mengatakan, pertandingan tersebut merupakan program yang telah dijadwalkan dan dilaksanakan di dalam Gedung Olahraga (GOR) Bireuen.
“Kegiatan tersebut diselenggarakan di tempat tertutup di GOR Bireuen. Saya rasa hal-hal seperti ini tidak perlu kita besar-besarkan. Yang terpenting, mari kita doakan bersama agar acara HUT Bireuen kali ini bisa sukses sesuai harapan,” katanya.
Pihaknya berharap, media massa dapat membantu menyampaikan informasi mengenai rangkaian kegiatan HUT Bireuen kepada masyarakat, termasuk alasan pemerintah memilih konsep peringatan yang lebih sederhana.
Menurutnya, penyelenggaraan HUT tetap perlu memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi, tetapi pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi daerah dan masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana.
Pertemuan tersebut turut dihadiri para asisten Sekretariat Daerah Kabupaten Bireuen, kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen, serta wartawan dari berbagai media massa.(Mc.Bireeun/Eyv)