SLEMAN, InfoPublik – Mengawal kelestarian budaya warisan leluhur sejatinya membutuhkan lebih dari sekadar kepiawaian merangkai kata di depan publik.
Di Kabupaten Sleman, para peserta Pelatihan Bahasa dan Sastra "Adiwicara" tidak hanya ditempa untuk tampil percaya diri sebagai pranata cara atau pembawa acara, tetapi juga dituntut untuk menyelami ruh dari setiap tradisi yang dipandunya.
Semangat pelestarian tersebut menggaung kuat dalam Sarasehan Budaya bertajuk “Tembang-Tembung ing Pawiwahan Manten” yang menandai pembukaan rangkaian pelatihan ini di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Kamis (1/10/2026).
Forum ini didesain khusus untuk mendudukkan pranata cara sebagai agen penyampai pesan moral, bukan sekadar pelantun urutan prosesi.
Hadir mengupas kedalaman literatur Jawa tersebut, akademisi sekaligus tokoh budaya dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Bambang Sulanjari, menegaskan, ritual pernikahan adat adalah medium sakral penyampaian doa dan nilai kehidupan.
Pengurus Pepadi Jawa Tengah dan DPP Permadani ini mengingatkan agar tradisi tidak direduksi dan kehilangan esensinya.
“Pernikahan adat bukan sekadar tontonan atau pemenuhan gengsi sosial. Di dalam setiap tembang dan pilihan kata tersimpan pesan yang mengarahkan kedua mempelai untuk menghadapi kehidupan berumah tangga dengan bijaksana,” urai Bambang di hadapan para peserta.
Ia merinci, ragam karya sastra yang dilantunkan, mulai dari sekar ageng, ragam sekar macapat seperti Dhandhanggula dan Asmaradana, hingga lelagon, mutlak dipahami konteks penggunaannya.
Ketika seorang pranata cara menguasai tembang dan tembung secara utuh, pesan luhur penghormatan pada prosesi sungkeman hingga doa keselamatan dapat tersalurkan dengan penuh empati kepada tamu undangan.
Melalui ruang temu yang melibatkan akademisi, pelaku seni, dan pemerhati tradisi ini, bahasa dan sastra Jawa diharapkan terus hidup berdampingan dengan zaman.
Pemahaman literatur yang kuat inilah yang kelak akan memastikan nilai kesetiaan, kerendahan hati, dan etika keluarga tetap abadi diwariskan kepada generasi berikutnya. (MC Kab. Sleman / KIM Tempel / SBD)