Surabaya, InfoPublik – Pemkot Blitar membuka akses Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 2 Kota Blitar menerima 27 siswa baru secara bertahap untuk mengikuti pendidikan berbasis asrama. Dari jumlah tersebut, mayoritas siswa berasal dari Kabupaten Blitar, yakni sebanyak 20 siswa, sementara tujuh siswa lainnya merupakan warga Kota Blitar.
Berdasarkan rilis yang diterima Tim JNR Jatim, pada Kamis (1/10/2026), penerimaan siswa dilakukan secara bertahap karena Sekolah Rakyat menerapkan sistem pendidikan berbasis asrama dengan jam belajar yang lebih panjang dibandingkan sekolah nonasrama.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, mengatakan pola pendidikan tersebut memberikan waktu belajar sekaligus pendampingan yang lebih banyak bagi siswa. Dengan demikian, siswa yang baru masuk tidak perlu khawatir tertinggal dalam pembelajaran. "Memang didesain masuk secara bertahap putra-putrinya, dan sekarang di sekolah asrama. Jadi belajarnya lebih banyak daripada sekolah yang nonasrama. Maka dari itu kalau masuk tidak perlu khawatir ketinggalan pelajaran, karena jam belajarnya lebih panjang," ungkap Mas Ibin.
Ia menjelaskan, penerimaan siswa Sekolah Rakyat tidak hanya diperuntukkan bagi warga Kota Blitar. Selama kuota bagi warga Kota Blitar masih tersedia, pemerintah juga membuka kesempatan bagi calon siswa dari luar daerah yang memenuhi persyaratan, termasuk yang terdata dalam desil 1 dan 2 atau kategori miskin ekstrem. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Blitar, Eka Atikah, menjelaskan dari total 27 siswa baru, sebanyak 20 siswa berasal dari Kabupaten Blitar. Proses pengusulan siswa tersebut dilakukan melalui kanal Sapa Mas Wali, kemudian dilanjutkan dengan verifikasi untuk memastikan calon siswa memenuhi persyaratan.
Dari total 27 siswa yang diterima, tujuh siswa di antaranya merupakan warga Kota Blitar. Sementara bagi calon siswa yang berasal dari luar daerah, proses pengusulan dan administrasi tetap dilakukan melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di daerah asal. Data calon siswa selanjutnya diverifikasi untuk memastikan kesesuaiannya dengan persyaratan yang telah ditetapkan sebelum mengikuti proses penetapan. "Yang memproses itu pendamping PKH kabupaten, karena akunnya yang pegang pendamping PKH kabupaten. Kemudian kita verifikasi memenuhi syarat, kita plenokan," Ujarnya.
Eka menambahkan, pemerintah turut menyiapkan pendampingan bagi para siswa baru dalam menjalani masa awal tinggal di asrama. Pendampingan diperlukan karena siswa masih berada dalam tahap pengenalan terhadap lingkungan dan pola kehidupan baru di Sekolah Rakyat.
Menurutnya, masa awal tinggal di asrama juga menjadi tahap adaptasi bagi siswa yang sebelumnya terbiasa tinggal bersama keluarga. Karena itu, pendampingan diberikan untuk membantu siswa menghadapi rasa rindu kepada orang tua atau homesick selama mengikuti pendidikan.
Dengan sistem pendidikan berbasis asrama, Sekolah Rakyat terintegrasi 2 Kota Blitar tidak hanya memberikan pembelajaran akademik, tetapi juga pendampingan selama siswa berada di lingkungan sekolah. Penerimaan secara bertahap diharapkan dapat membantu proses adaptasi siswa agar berjalan lebih optimal. (MC Prov Jatim /byu-hjr/eyv)