Kota Probolinggo Masuk Nominasi Best Marketing Campaign EJTMA 2026
Kota Probolinggo Masuk Nominasi Best Marketing Campaign East Java Tourism Marketing Award 2026 (Istimewa)
Kota Probolinggo Masuk Nominasi Best Marketing Campaign East Java Tourism Marketing Award 2026 (Istimewa)
Probolinggo, InfoPublik — Kota Probolinggo masuk nominasi Best Marketing Campaign dalam East Java Tourism Marketing Award (EJTMA) 2026 setelah melewati tahapan seleksi administrasi dan presentasi.
Tahapan penilaian kemudian berlanjut melalui uji petik lapangan yang dilaksanakan di Lounge Kantor Wali Kota Probolinggo, Provinsi Jawa Timur, Rabu (30/9/2026).
EJTMA merupakan ajang yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur untuk mengevaluasi sekaligus memberikan apresiasi terhadap inovasi pemasaran pariwisata pemerintah kabupaten dan kota.
Sejumlah kategori dipertandingkan dalam EJTMA 2026, antara lain Best Innovative Marketing, Best Marketing Campaign, dan Best Social Influence.
Untuk kategori Best Marketing Campaign, penilaian mencakup kreativitas, kekuatan kampanye, jangkauan promosi, serta dampaknya dalam memperkenalkan potensi pariwisata daerah.
Kota Probolinggo sebelumnya mengikuti tahapan presentasi pada 20 Agustus 2026 sebelum dinyatakan masuk nominasi kategori tersebut.
Tim penilai yang melakukan uji petik terdiri atas Abdul Rokhim dari JTV Regional Jawa Timur serta Yekti Lestari dan Ari Devinta dari Disbudpar Provinsi Jawa Timur.
Tim diterima Wakil Wali Kota Probolinggo, Ina Dwi Lestari, bersama Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata, M. Abas, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Lucia Aries Yulyanti.
Dalam uji petik tersebut, Pemkot Probolinggo memaparkan perkembangan kunjungan wisatawan serta strategi promosi destinasi dan kegiatan daerah melalui media konvensional maupun digital.
Berbagai kegiatan daerah juga dimanfaatkan sebagai bagian dari strategi pemasaran untuk memperluas eksposur Kota Probolinggo sebagai destinasi wisata di Jawa Timur.
Selain menilai capaian, tim juri memberikan masukan agar jejaring promosi diperluas, termasuk melalui kolaborasi dengan kreator konten atau influencer nasional yang memiliki audiens lebih luas.
Pendekatan tersebut dinilai dapat membantu memperkenalkan destinasi, kegiatan, kuliner, budaya, dan potensi wisata Kota Probolinggo kepada masyarakat di luar daerah.
Ina Dwi Lestari mengatakan pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan potensi destinasi, tetapi juga membutuhkan pengemasan dan strategi komunikasi yang tepat.
“Masukan dari dewan juri ini tentu menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi bagi kami untuk terus memperluas jejaring promosi, termasuk membuka peluang kolaborasi dengan influencer yang memiliki jangkauan nasional,” ujarnya.
Menurut Ina, pengembangan promosi pariwisata membutuhkan kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, komunitas, media, kreator konten, serta masyarakat.
Pemkot Probolinggo juga menjadikan keikutsertaan dalam EJTMA 2026 sebagai momentum untuk mengevaluasi dan menyempurnakan strategi pemasaran pariwisata yang telah berjalan.
(yul/fa)
© Copyright 2026, All Rights Reserved