Bupati Kubu Raya: Jabatan adalah Tanggung Jawab, Bukan Fasilitas
Istimewa
Istimewa
Kubu Raya, InfoPublik — Bupati Kubu Raya, Sujiwo, berharap 97 pejabat yang dilantik dapat menunjukkan kedisiplinan, bertanggung jawab, dan mampu mengeksekusi program untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat.
Sebanyak 97 pejabat tersebut terdiri atas tiga pejabat pimpinan tinggi pratama, 50 pejabat administrator atau eselon III, serta 44 pejabat pengawas atau eselon IV.
Dalam arahannya, Sujiwo menegaskan jabatan merupakan tanggung jawab yang harus dibuktikan melalui kinerja, bukan sekadar fasilitas. Menurutnya, pemerintah daerah dituntut bergerak cepat menangani berbagai persoalan masyarakat.
“Kita menghadapi berbagai persoalan daerah, mulai dari bencana, karhutla, pendidikan, kesehatan, air bersih, hingga berbagai persoalan lainnya. Namun saya yakin dan percaya, ketika kita memiliki niat, mau bekerja keras, serta membangun kolaborasi, berbagai persoalan dan permasalahan rakyat dapat kita jawab bersama-sama,” tuturnya saat pelantikan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, Jumat (25/9/2026).
Sujiwo mengatakan pemerintah daerah membutuhkan pejabat yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga mau bekerja, mampu menjalankan tugas, dan bertanggung jawab terhadap pekerjaannya.
“Karena itu, ada beberapa hal yang ingin saya tekankan,” tegasnya.
Salah satu poin yang menjadi perhatian ialah kedisiplinan. Sujiwo meminta pejabat memberikan contoh kepada bawahannya, mulai dari datang tepat waktu, pulang sesuai ketentuan, menjalankan tugas sesuai kewenangan, hingga menaati aturan.
Ia juga meminta pejabat tidak menunggu perintah untuk menyelesaikan pekerjaan yang memang menjadi tanggung jawabnya.
“Pejabat harus menjadi contoh dalam kedisiplinan, bukan justru menjadi orang pertama yang melanggar disiplin. Saya tidak ingin ada bawahan yang lebih disiplin daripada atasannya,” tambahnya.
Sujiwo juga menekankan bahwa setiap jabatan melekat dengan tanggung jawab. Persoalan yang muncul, menurutnya, tidak seharusnya dilemparkan kepada bawahan atau menjadi alasan untuk saling menyalahkan.
“Jangan mengambil jabatan kalau tidak siap memikul tanggung jawab itu. Jangan melempar persoalan kepada bawahan. Jangan saling menyalahkan. Kalau ada persoalan, selesaikan bersama-sama. Itulah yang namanya kolaborasi. Kalau ada kendala, koordinasikan. Kalau ada pekerjaan yang belum selesai, kerjakan dan tuntaskan,” pesannya.
Selain disiplin dan tanggung jawab, Sujiwo meminta setiap pejabat memastikan program dan kebijakan benar-benar dieksekusi dengan target yang jelas.
Ia tidak ingin kegiatan pemerintahan hanya berhenti pada rapat, perjalanan dinas, maupun laporan tanpa pelaksanaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kita membutuhkan eksekutor. Kebijakan-kebijakan yang sudah dibuat dan kesepakatan yang telah ditetapkan harus benar-benar dieksekusi demi kesejahteraan rakyat,” terangnya.
(Ird_diskminfokkr/IKP)
© Copyright 2026, All Rights Reserved