Tuban, InfoPublik – Sebanyak tujuh museum dari sejumlah daerah di Jawa Timur ikut meramaikan Festival Pameran Museum se-Jawa Timur 2026 di Taman Hutan Kota Abhipraya, Tuban.
Mengusung tema “Sangkan Paraning Pantura”, pameran yang dibuka Jumat (23/10/2027) malam ini mengajak masyarakat mengenal koleksi dan sejarah dari berbagai museum di Jawa Timur.
Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Budi Wiyana, mewakili Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky. Pada pembukaan tersebut, suasana semakin semarak dengan penampilan Musik Gambus dan Tari Gumelar Segara Gunung yang menghadirkan nuansa seni budaya khas daerah.
Bupati Tuban dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Tuban menyampaikan bahwa museum memiliki peran strategis dalam melindungi, mengembangkan, memanfaatkan, serta mengomunikasikan koleksi sejarah dan budaya kepada masyarakat. Karena itu, pengelolaan museum perlu terus dioptimalkan agar mampu menjadi ruang pembelajaran yang menarik dan relevan dengan perkembangan zaman.
Selain itu, penyelenggaraan festival ini turut didukung Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik melalui program Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Museum dan Taman Budaya. Dukungan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas tata kelola museum, mulai dari pengelolaan koleksi dan pengembangan program publik hingga pemeliharaan sarana dan prasarana.
“Keberadaan Museum Kambang Putih harus tetap dimaksimalkan dan diviralkan melalui media sosial sebagai wahana edukasi bagi anak sekolah dan masyarakat,” tegas Sekda Tuban saat membacakan arahan Bupati.
Sejalan dengan penjenamaan (branding) Kabupaten Tuban, Mbangun Deso Noto Kutho, museum diharapkan terus bertransformasi melalui konsep New Museum yang berorientasi pada masyarakat. Dengan pendekatan ini, museum tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga ruang interaksi dan pembelajaran yang mendorong tumbuhnya kesadaran untuk menjaga warisan budaya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Tuban, Mohamad Emawan Putra, menyampaikan bahwa festival ini diikuti sejumlah museum dari berbagai daerah di Jawa Timur. Partisipasi tersebut menghadirkan beragam koleksi dan informasi sejarah yang memperkaya wawasan pengunjung mengenai perjalanan peradaban dan kebudayaan di Jawa Timur.
Museum yang berpartisipasi meliputi Museum Kambang Putih dari Tuban, Museum Sunan Giri dari Gresik, Indonesian Islamic Art Museum di Paciran, Museum Negeri Mpu Tantular dari Sidoarjo, Museum Sunan Drajat dari Lamongan, serta Museum Rajekwesi dan Museum 13 dari Bojonegoro.
Festival Pameran Museum se-Jatim 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Oktober 2026, di Taman Hutan Kota Abhipraya, Tuban. Setelah pembukaan pada Jumat malam, pameran dibuka untuk umum pada Sabtu dan Minggu (24–25 Oktober 2026), mulai pukul 09.00 hingga 20.00 WIB.
Melalui festival ini, masyarakat, khususnya generasi muda, diharapkan dapat berkunjung bersama keluarga dan kerabat untuk mengenal lebih dekat kekayaan sejarah dan budaya Jawa Timur. Dengan demikian, museum diharapkan semakin dekat dengan masyarakat sekaligus menjadi ruang edukasi yang menarik bagi generasi penerus dalam mengenal dan melestarikan warisan budaya bangsa. (kdg/yav/eyv)