Terima SK Pensiun, ASN Bojonegoro Diingatkan Tetap Berkontribusi
Istimewa
Istimewa
Bojonegoro, InfoPublik — Sebanyak 76 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menerima Surat Keputusan (SK) Pensiun untuk periode Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Oktober, 1 November, dan 1 Desember 2026.
Penyerahan SK berlangsung di Pendopo Malowopati, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, Rabu (23/9/2026), sekaligus dirangkai dengan sosialisasi pra-pensiun oleh PT Taspen.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menyampaikan apresiasi atas pengabdian para ASN selama menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Terima kasih atas dedikasi, kontribusi, waktu, dan kerja keras Bapak-Ibu yang sudah menunaikan tugas dan kewajiban dengan baik untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat Kabupaten Bojonegoro sesuai profesi masing-masing,” ujarnya.
Menurut Setyo, masa pensiun tidak berarti berakhirnya kontribusi terhadap daerah. Para purnatugas masih dapat berperan melalui keluarga, lingkungan tempat tinggal, maupun dengan memberikan masukan kepada pemerintah daerah.
“Yang penting dari Bapak-Ibu sekalian harus tetap sehat, tetap semangat. Banyak hal yang bisa dikerjakan,” katanya.
Ia juga membuka ruang bagi para purnatugas untuk tetap menyampaikan saran berdasarkan pengalaman selama bekerja di lingkungan pemerintahan.
“Saya mohon Bapak-Ibu kalau ada kontribusi, ada masukan, saya siap. Insyaallah itu bentuk kontribusi, bentuk tanggung jawab Bapak-Ibu meskipun sudah pensiun,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Bojonegoro juga menghadirkan PT Taspen untuk memberikan sosialisasi mengenai proses dan hak-hak pensiun.
Setyo meminta pelayanan terhadap ASN yang memasuki masa purna tugas dilakukan secara mudah, cepat, dan akurat agar seluruh proses administrasi dapat dipahami dengan baik.
Salah satu penerima SK, Supranata, yang sebelumnya menjabat Camat Sugihwaras, mengaku bersyukur dapat menyelesaikan masa pengabdian selama 34 tahun 7 bulan dalam kondisi sehat.
“Ini adalah prestasi yang luar biasa bagi kami. Banyak kesan dan permasalahan yang kami hadapi selama mengabdi di Pemerintah Kabupaten Bojonegoro,” ujarnya.
Menurut Supranata, pengabdian sebagai ASN kerap menuntut prioritas terhadap pelayanan publik, termasuk dengan mengurangi waktu bersama keluarga.
Ia berharap para purnatugas tetap mengambil peran di tengah masyarakat setelah tidak lagi aktif sebagai ASN.
“Masih banyak ruang dan waktu kepada Bapak-Ibu para purnatugas untuk memberikan pengabdian kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui lingkungan sendiri, melalui keluarga, melalui RT RW. Kita masih bisa berkontribusi,” katanya.
[zul/nn]
© Copyright 2026, All Rights Reserved