Lembu Suro Bojonegoro Raih Penghargaan Berkat Pengelolaan Ternak Berkelanjutan
Ketua KTT Lembu Suro Bojonegoro dengan Piagam Penghargaan (Istimewa)
Ketua KTT Lembu Suro Bojonegoro dengan Piagam Penghargaan (Istimewa)
Bojonegoro, InfoPublik — Kelompok Tani Ternak Lembu Suro asal Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, meraih Juara II Komoditas Sapi dalam Lomba Kelompok Ternak Berprestasi Provinsi Jawa Timur 2026. Prestasi tersebut diraih setelah kelompok berhasil mengembangkan usaha peternakan yang berawal dari empat ekor sapi hingga memiliki 98 ekor.
Penghargaan diserahkan pada Senin (12/10/2026) di halaman Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur.
Ketua Kelompok Tani Ternak Lembu Suro, Rasimin, mengatakan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari upaya masyarakat Desa Hargomulyo mengembangkan peternakan sapi secara bersama-sama selama puluhan tahun.
Menurutnya, usaha peternakan itu bermula pada 1992 ketika hasil penjualan kayu jati dari kawasan pemakaman desa dimanfaatkan untuk membeli lima ekor sapi bagi kepentingan masyarakat.
Namun, satu ekor sapi mati sehingga hanya tersisa empat ekor yang kemudian terus dipelihara dan dikembangbiakkan.
“Dari empat ekor sapi yang tersisa itu, setelah dirawat dan dikembangkan, jumlahnya saat ini sudah mencapai 98 ekor,” ungkap Rasimin, Jumat (16/10/2026).
Seiring perkembangan usaha peternakan, Kelompok Tani Ternak Lembu Suro resmi dibentuk pada 2012 atas saran Bupati Bojonegoro saat itu, Suyoto.
Pada tahun yang sama, kelompok memperoleh dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro berupa insentif bagi sapi bunting.
Kelompok tersebut juga menerima bantuan 40 ekor sapi yang bersumber dari dana cukai. Menurut Rasimin, ternak dari bantuan tersebut kemudian dikembangkan hingga mencapai 85 ekor.
Dalam pengelolaannya, Kelompok Tani Ternak Lembu Suro menerapkan sejumlah pola kerja sama untuk memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat.
Salah satunya melalui sistem bagi hasil dengan karang taruna dalam pemeliharaan ternak, menggunakan komposisi pembagian 65:35 persen.
Selain itu, sapi yang berasal dari bantuan pemerintah dikelola melalui sistem pemeliharaan bergulir yang memberikan kesempatan kepada warga untuk terlibat langsung dalam usaha peternakan.
Dalam sistem tersebut, warga yang memelihara sapi berkewajiban membayar Rp2 juta yang dapat diangsur selama satu tahun. Sementara itu, anak sapi yang dilahirkan menjadi hak milik pemelihara sesuai ketentuan kelompok.
“Bagi kami, karena ini bantuan, maka harus bisa bermanfaat bagi semua masyarakat. Jadi, bagaimana ternak ini bisa berkembang dan memberikan kesempatan kepada warga untuk ikut merasakan manfaatnya,” jelas Rasimin.
Pengelolaan peternakan tersebut mengantarkan Lembu Suro meraih Juara I Lomba Kelompok Ternak Berprestasi tingkat Kabupaten Bojonegoro.
Setelah mewakili Bojonegoro dalam kompetisi tingkat Provinsi Jawa Timur, kelompok tersebut berhasil meraih Juara II untuk komoditas sapi.
Rasimin menjelaskan bahwa penilaian lomba meliputi sejumlah aspek, antara lain populasi ternak, pengelolaan kandang, pengolahan kotoran ternak, serta manajemen pakan.
Dalam kegiatan sehari-hari, kelompok masih menggunakan metode manual untuk sejumlah pekerjaan, meskipun sebagian proses telah didukung penggunaan mesin.
Menurut Rasimin, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi anggota kelompok untuk terus mengembangkan peternakan sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Hargomulyo.
Ia berharap pengalaman Lembu Suro dapat mendorong masyarakat lain untuk mengembangkan usaha peternakan dengan semangat kerja sama dan ketekunan.
“Yang penting semangat dan dihadapi dengan bahagia,” pesannya.
[ai/nn]
© Copyright 2026, All Rights Reserved