Surabaya, InfoPublik– Persatuan Senam Indonesia (Persani) Surabaya menjadikan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) 2026 sebagai bagian dari evaluasi sekaligus persiapan regenerasi atlet menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 yang akan berlangsung di Surabaya.
Kejurprov 2026 berlangsung pada 15–20 September 2026 di Convention Hall SLG, Jalan Raya Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Ajang tersebut diikuti atlet kategori junior dan senior dari berbagai daerah, termasuk Surabaya.
Ketua Persani Surabaya, Pertiwi Ayu Krishna, mengatakan, proses pembinaan atlet tidak hanya berorientasi pada perolehan medali. Menurutnya, pembinaan juga diarahkan untuk membentuk atlet yang memiliki mental tangguh, mandiri, dan mampu menghadapi berbagai tantangan dalam perjalanan olahraga.
“Selamat untuk semua atlet yang meraih prestasi di Kejurprov 2026. Terima kasih juga kepada semua pelatih dan orang tua yang telah memberikan dukungan dan kerja kerasnya,” ujar Pertiwi, Minggu (20/9/2026).
Ia menilai, kemandirian menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang atlet. Karena itu, keberhasilan pembinaan membutuhkan dukungan bersama antara atlet, pelatih, orang tua, klub, dan pengurus.
Pertiwi berharap, klub-klub di bawah Persani Surabaya terus memberikan dukungan terhadap atlet agar proses pembinaan dapat berjalan secara berkelanjutan. “Sebetulnya semua ini dari kita untuk kita. Saya berharap para klub juga terus memberikan supporting, karena keberhasilan ini merupakan kerja bersama,” tegasnya.
Selain memberikan apresiasi kepada atlet, Pertiwi juga menyampaikan, penghargaan kepada jajaran pengurus Persani Surabaya yang aktif dalam menjalankan tugas organisasi. Menurutnya, komunikasi antarpengurus diperlukan untuk mengetahui sekaligus membantu mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi atlet.
Sementara itu, Bidang Pembinaan Prestasi Persani Surabaya, Christi Wulan, mengatakan Kejurprov 2026 menjadi momentum penting untuk mengevaluasi perkembangan atlet sekaligus melihat potensi regenerasi atlet senam Surabaya.
Menurutnya, kategori junior dan senior dalam Kejurprov memberikan ruang kompetisi bagi atlet Surabaya untuk mengukur kemampuan sekaligus menjadi bagian dari proses pemetaan atlet yang akan dipersiapkan menghadapi Porprov 2027.
“Kejurprov ini buat evaluasi dan perbaikan menjelang Porprov 2027 di Surabaya tahun depan. Di Kejurprov ini ada kategori junior dan senior, sehingga bisa menjadi kompetisi antar-atlet Kota Surabaya untuk memperebutkan posisi di Porprov nanti dan untuk regenerasi atlet senam di Surabaya,” jelas Christi.
Ia menambahkan, capaian di Kejurprov tidak hanya dilihat dari jumlah medali yang diraih. Hasil pertandingan menjadi bahan evaluasi bagi pelatih dan pengurus untuk memperbaiki program latihan serta meningkatkan kemampuan atlet.
Proses tersebut sekaligus diarahkan untuk menjaga kesinambungan regenerasi, sehingga Surabaya memiliki stok atlet yang siap berkompetisi pada berbagai kelompok usia.
Persani Surabaya juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh unsur pembinaan. Peran klub, pelatih, orang tua, atlet, dan pengurus diperlukan untuk menciptakan lingkungan pembinaan yang mendukung perkembangan prestasi sekaligus karakter atlet.
Dengan menjadikan Kejurprov 2026 sebagai bahan evaluasi dan pemetaan, Persani Surabaya terus mempersiapkan atlet senior maupun junior untuk menghadapi agenda kompetisi berikutnya, termasuk Porprov Jawa Timur 2027 di Surabaya. (MC Prov Jatim /hjr/eyv)