Surabaya, InfoPublik – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nganjuk memperkuat kapasitas organisasi dan komitmen pelayanan kemanusiaan melalui Orientasi Kepalangmerahan bagi Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kabupaten Nganjuk masa bakti 2026–2030.
Kegiatan tersebut digelar setelah pelantikan kepengurusan baru di Pendopo KRT. Sosorokoesoemo Nganjuk dan dilanjutkan di Aula Markas PMI Nganjuk.
Orientasi Kepalangmerahan menjadi pembekalan bagi jajaran Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI untuk memahami sejarah serta prinsip-prinsip dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, sekaligus tugas dan tanggung jawab PMI sebagai organisasi kemanusiaan.
Ketua Bidang Organisasi PMI, Muchamad Taufiq, dalam keterangan tertulis, Minggu (20/9/2026) mengatakan PMI memiliki sejumlah tugas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan.
Menurutnya, salah satu tugas penting PMI adalah memastikan pelayanan donor darah melalui Unit Donor Darah (UDD) berjalan dengan baik dan berkualitas. Selain itu, PMI juga berperan dalam pembinaan relawan, termasuk Palang Merah Remaja (PMR) dan Korps Sukarela (KSR). “Melaksanakan diklat untuk meningkatkan kapasitas, menghidupkan SIBAT, serta membangun relasi dengan desa juga menjadi bagian penting dalam penguatan PMI,” ujarnya.
Taufiq menambahkan, peran PMI juga mencakup penyebarluasan informasi, membantu penanganan musibah dan bencana, serta memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat.
Pelayanan sosial tersebut antara lain pemberian kacamata gratis dan khitan massal. PMI juga turut membantu tugas pemerintah di bidang kemanusiaan.
Ia menjelaskan, terdapat empat komponen penting dalam organisasi PMI, yakni pengurus, anggota, relawan, dan pegawai. Keempatnya memiliki peran yang saling mendukung dalam menjalankan berbagai pelayanan kemanusiaan.
Sementara itu, kepengurusan PMI Kabupaten Nganjuk masa bakti 2026–2030 diharapkan dapat memperkuat tata kelola organisasi sekaligus meningkatkan kapasitas relawan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Program pelayanan PMI mencakup donor darah, pertolongan pertama, pelayanan kesehatan, kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana, hingga pelayanan sosial kemanusiaan.
Dalam pelaksanaannya, PMI Nganjuk juga akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, fasilitas kesehatan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, komunitas, relawan, serta masyarakat.
Penguatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan PMI tetap mampu hadir dalam berbagai situasi, khususnya ketika terjadi bencana, kondisi kedaruratan, maupun kebutuhan pelayanan kemanusiaan lainnya.
Dengan kepengurusan baru, PMI Kabupaten Nganjuk berkomitmen menjalankan amanah secara profesional dan transparan serta menjaga agar setiap pelayanan tetap berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (MC Prov Jatim /hjr/eyv)