Batam, InfoPUblik – Wali kota Batam Amsakar Achmad mengingatkan, mahasiswa baru Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) agar tidak hanya piawai menggunakan teknologi, tetapi juga mampu menyaring informasi secara kritis dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi digital.
Demikian pernyataan tersebut disampaikan Amsakar saat menjadi pemateri dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 di Kampus UNRIKA, Sabtu (19/9/2026).
Dalam kesempatan itu, ia membawakan, materi bertema “Perguruan Tinggi Era Digital”. Ia mengatakan, mahasiswa yang merupakan bagian dari generasi Z tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung cepat. Kondisi tersebut memberikan kemudahan dalam mengakses pengetahuan dan berkomunikasi, tetapi juga menuntut kemampuan untuk memilah informasi.
“Adik-adik sekalian sedang berhadapan dengan arus informasi yang luar biasa besar,” ujarnya di hadapan mahasiswa.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital membawa banyak manfaat, terutama dalam memperoleh informasi dan memperluas akses terhadap pengetahuan. Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis agar mahasiswa tidak menerima informasi begitu saja.
Informasi yang tampil di media sosial juga dipengaruhi oleh algoritma yang menyesuaikan konten dengan minat dan perilaku pengguna.
“Kadang kita tidak sadar bahwa informasi yang kita lihat sudah disaring berdasarkan preferensi kita,” jelasnya.
Untuk itu, dirinya mendorong, mahasiswa memiliki kecakapan dalam menerima, memeriksa, mengolah, dan menyampaikan informasi. Menurutnya, status sebagai mahasiswa membawa tanggung jawab akademik sekaligus sosial.
“Mahasiswa harus bertanggung jawab dengan status kemahasiswaannya. Jangan hanya cepat dalam meneruskan informasi, tetapi juga harus cermat dalam mengolah dan menyampaikannya,” pesannya.
Pihaknya juga berharap, PKKMB menjadi awal bagi mahasiswa baru untuk membangun pola pikir sebagai insan akademik. Masa transisi dari siswa menjadi mahasiswa, menurutnya, perlu diikuti dengan perubahan cara berpikir dan sikap dalam menggunakan informasi.
“PKKMB ini adalah masa transformasi, dari siswa menjadi mahasiswa. Saya berharap proses ini membuka mindset adik-adik semua tentang bagaimana kehidupan di perguruan tinggi dan bertanggung jawab terhadap setiap informasi yang kita sampaikan,” tuturnya.
Selain bersikap kritis terhadap informasi, dirinya mendorong, mahasiswa memanfaatkan teknologi untuk memperluas pengetahuan dan menghasilkan karya. Informasi maupun karya yang disampaikan kepada publik, katanya, perlu didukung data, kajian, dan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui kecakapan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak berhenti sebagai pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkan ruang digital untuk belajar, berkarya, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.(Humas Diskominfo Batam/Eyv)