Pekanbaru, InfoPublik – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) sekaligus Bunda Literasi Kota Pekanbaru, Sulastri Agung Nugroho, meraih Apresiasi Swara Cantika (ASCA) 2026 kategori Pemberdayaan Perempuan bidang Pendidikan dan Literasi.
Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifatul Choiri Fauzi dalam malam puncak Apresiasi Swara Cantika 2026 di Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Apresiasi itu diberikan atas kiprah Sulastri dalam mendorong pemberdayaan perempuan serta memperkuat pendidikan dan budaya literasi di lingkungan keluarga dan masyarakat Kota Pekanbaru.
Melalui TP PKK, Sulastri menggerakkan, kader hingga tingkat kecamatan dan kelurahan untuk memperkuat peran keluarga sebagai ruang pendidikan pertama bagi anak. Perempuan juga didorong agar lebih percaya diri, mandiri, produktif, dan mampu berkontribusi di lingkungan masing-masing.
Dalam perannya sebagai Bunda Literasi, Sulastri membangun kolaborasi antara pemerintah, sekolah, perpustakaan, komunitas, dan masyarakat untuk meningkatkan minat baca serta memperkuat literasi keluarga.
Menurutnya, literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga mencakup kemampuan memahami informasi, mendidik anak, menjaga kesehatan keluarga, mengelola ekonomi, serta mengambil keputusan secara bijak.
“Untuk itu, gerakan PKK dan literasi tidak dapat dipisahkan. Perempuan, khususnya para ibu, adalah pendidik pertama dalam keluarga dan memiliki peran besar dalam menentukan masa depan anak-anak,” ujar Sulastri.
Ia menyebut, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama kader PKK, pendidik, pegiat literasi, dan masyarakat Kota Pekanbaru.
“Alhamdulillah, saya bersyukur menerima penghargaan ini. Sejatinya penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk seluruh masyarakat Kota Pekanbaru, terutama para perempuan hebat yang terus bergerak, berkarya, dan memberikan manfaat,” katanya.
Dirinya menegaskan, penghargaan tersebut bukan tujuan akhir. Ia ingin apresiasi itu menjadi dorongan untuk memperluas gerakan pendidikan, literasi, dan pemberdayaan perempuan agar menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Kita ingin perempuan Pekanbaru semakin berdaya dan anak-anak semakin dekat dengan buku serta pendidikan. Dari perempuan yang berdaya dan keluarga yang kuat, akan lahir generasi Pekanbaru yang cerdas, berkarakter, dan memiliki,"tambahnya.(mc.Pekanbaru/eyv)