Jember, InfoPublik – Sebanyak 315 anggota Palang Merah Remaja (PMR) Madya dari berbagai SMP dan MTs se-Kabupaten Jember menunjukkan keterampilan kepalangmerahan dalam ajang Abhinaya 2026 di SMK N 1 Jember. Kompetisi tersebut turut menarik perhatian dua relawan Japanese Red Cross Society (JRCS) atau Palang Merah Jepang.
Dua relawan JRCS, Sena Hasegawa dan Kaori, hadir memantau langsung sejumlah rangkaian kompetisi. Kunjungan tersebut didampingi jajaran PMI Kabupaten Jember dan SMKN 1 Jember.
Rombongan meninjau berbagai cabang lomba, mulai dari Simulasi Pertolongan Pertama, Olimpiade Palang Merah, Cipta Tandu, hingga pos travelling. Berbagai kompetisi itu menguji pengetahuan, keterampilan, ketangkasan, dan kesiapan peserta dalam menerapkan prinsip-prinsip kepalangmerahan.
Sena Hasegawa mengaku, terkesan melihat antusiasme para pelajar selama mengikuti kompetisi. Menurutnya, semangat peserta menunjukkan kesungguhan dalam mempelajari dan menguasai keterampilan kepalangmerahan.
“Semangat dan profesionalisme yang ditunjukkan para pelajar Indonesia dalam menguasai teknik kepalangmerahan patut diapresiasi dan memberikan warna tersendiri dalam pertukaran pengalaman kemanusiaan ini,” ujar Sena dalam keterangan tertulis, Senin (14/9/2026).
Sekretaris PMI Kabupaten Jember Ghufron Eviyan Efendi mengatakan, kehadiran relawan Palang Merah Jepang menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring sekaligus bertukar pengalaman dalam pembinaan generasi muda kepalangmerahan.
Menurutnya, kunjungan tersebut juga memberikan, motivasi tambahan kepada peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaik. Interaksi dengan relawan dari Jepang dinilai dapat memperkenalkan pengalaman kepalangmerahan dalam perspektif yang lebih luas.
“Kehadiran relawan Palang Merah Jepang tidak hanya mempererat jejaring persahabatan internasional, tetapi juga memotivasi para peserta PMR Madya untuk tampil maksimal dan mendunia,” ujar Ghufron.
Ia menambahkan, pembinaan PMR memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap sesama. Melalui kompetisi, peserta tidak hanya mengasah keterampilan teknis, tetapi juga belajar bekerja sama, disiplin, tangkas, dan siap memberikan pertolongan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN 1 Jember Dwi Wahyuni mengapresiasi, keterlibatan berbagai pihak dalam pelaksanaan Abhinaya 2026. Menurutnya, kehadiran relawan asing memberikan pengalaman baru bagi peserta dan penyelenggara.
“Keterlibatan tokoh-tokoh penting serta kehadiran relawan asing membuktikan bahwa Abhinaya 2026 SMKN 1 Jember sukses menjadi ruang belajar dan menempa mental tangguh bagi generasi muda kemanusiaan,” ujar Dwi.
Abhinaya 2026 menjadi wadah bagi anggota PMR Madya untuk menguji, kemampuan dalam berbagai keterampilan kepalangmerahan. Kehadiran relawan Palang Merah Jepang sekaligus membuka ruang pertukaran pengalaman dan memperkuat jejaring kemanusiaan lintas negara sejak usia muda.(MC Prov Jatim/hjr/eyv)