Lumajang, InfoPublik — Sebanyak 35.195 pendaftar telah terdata dalam program Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Kabupaten Lumajang hingga Rabu (28/10/2026). Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dilibatkan sebagai agen Perlinsos untuk membantu warga yang kesulitan mengakses pendaftaran secara digital.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Lumajang, Indriono Krishna Murti, mengatakan pendamping telah menjalankan pendaftaran di wilayah tugas masing-masing.
“Semua sudah berjalan. Teman-teman sudah mendaftarkan penerima PKH di wilayah mereka masing-masing,” kata Indriono melalui keterangan pers yang diterima pada Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, pendamping membantu pendaftaran dengan mendatangi atau menghubungi warga secara langsung. Proses tersebut juga dilakukan melalui pertemuan kelompok PKH yang berlangsung setiap bulan.
Pendekatan ini ditujukan untuk memudahkan masyarakat yang belum terbiasa menggunakan teknologi. Warga memperoleh bantuan mengikuti tahapan pendaftaran layanan digital pemerintah.
“Di zaman digital ini, teman-teman sudah menjadi agen Perlinsos. Mereka bisa mendaftarkan orang yang tidak bisa digital,” ujarnya.
Indriono menyebut terdapat 1.646 petugas Perlinsos yang tersebar di 21 kecamatan di Kabupaten Lumajang. Petugas tersebut mendukung perluasan pendataan dan pendampingan masyarakat.
Ia menjelaskan, keterlibatan pendamping PKH sebagai agen Perlinsos mengacu pada kebijakan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf. Masyarakat umum juga dapat dilibatkan untuk membantu memperluas akses pendaftaran.
Dinsos P3A Lumajang menargetkan seluruh penerima bantuan sosial terdaftar dalam layanan Perlinsos. Pendataan juga menyasar masyarakat miskin yang selama ini belum menerima bantuan sosial agar tercatat dalam layanan perlindungan sosial.
(MC Diskominfo Kab. Lumajang/Ard/An-m)