Jember, InfoPublik – Mengantisipasi meningkatnya risiko bencana saat musim hujan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember memperkuat kapasitas relawan. Salah satunya dengan mengirim Nur Alfiah, relawan Korps Sukarela (KSR) PMI Universitas Muhammadiyah Jember, mengikuti Pelatihan Manajemen Tanggap Darurat Bencana (MTDB) PMI Jawa Timur.
Pelatihan berlangsung selama delapan hari, 9–16 September 2026, di Pusat Pelatihan (Puslat) PMI Jawa Timur, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini diikuti relawan PMI dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.
Ketua PMI Kabupaten Jember Zainollah mengatakan, pengiriman relawan tersebut merupakan bagian dari strategi memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, terutama menjelang musim hujan.
“PMI Jember selalu berupaya meningkatkan kapasitas relawan. Pelatihan seperti MTDB ini sangat penting agar ketika terjadi bencana, relawan benar-benar siap menjalankan tugas kemanusiaan secara profesional,” ujar Zainollah dalam keterangan tertulis, Senin (14/9/2026).
Menurut Zainollah, relawan tidak cukup hanya memiliki semangat kemanusiaan. Mereka juga membutuhkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan teknis agar mampu mengambil tindakan tepat ketika menghadapi kondisi darurat.
Nur Alfiah dipilih mewakili PMI Kabupaten Jember karena dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman sebagai relawan. Dalam pelatihan tersebut, peserta menjalani lima hari pembelajaran teori dan tiga hari simulasi.
Materi diberikan oleh fasilitator yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang kebencanaan serta penanganan situasi tanggap darurat. Simulasi menjadi bagian penting untuk menguji kemampuan peserta dalam mengambil keputusan dan bertindak di tengah kondisi krisis.
Zainollah berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh Nur Alfiah tidak berhenti pada dirinya. Ilmu tersebut diharapkan dapat dibagikan kepada relawan lain sehingga kapasitas PMI Jember semakin merata.
“Harapannya, ilmu yang diperoleh Alfi selama pelatihan bisa ditularkan kepada relawan lainnya di Jember. Dengan begitu, kapasitas relawan PMI Jember semakin kuat dan siap menghadapi berbagai kondisi darurat,” katanya.
Nur Alfiah mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti pelatihan MTDB. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman sekaligus tantangan baru untuk meningkatkan kemampuan sebagai relawan kemanusiaan.
“Di sini kami tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga mengikuti simulasi sehingga bisa belajar bagaimana mengambil keputusan dan bertindak dalam situasi tanggap darurat,” kata Alfi.
Sebagai salah satu peserta termuda, Alfi mengaku tertantang untuk belajar lebih banyak dari peserta lain dan para fasilitator yang memiliki pengalaman dalam penanganan bencana.
“Menjadi peserta termuda tentu menjadi tantangan tersendiri. Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar sebanyak-banyaknya dan membawa ilmu yang saya dapat untuk PMI Jember,” ungkapnya.
Setelah mengikuti pelatihan hingga 16 September 2026, peserta dijadwalkan mengikuti upacara peringatan HUT PMI pada 17 September 2026.
PMI Kabupaten Jember berharap peningkatan kapasitas relawan melalui pelatihan MTDB menjadi investasi penting untuk memperkuat kesiapsiagaan organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kemanusiaan ketika bencana terjadi.(MC Prov Jatim/hjr/eyv)