SLEMAN, InfoPublik – Ribuan warga menghadiri pengajian di Sanggrahan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Rabu (22/7), sebagai sarana memperkuat kerukunan sosial, keharmonisan masyarakat, serta ajakan berbakti kepada orang tua.
Kegiatan keagamaan ini menjadi momentum berharga untuk memperbanyak amal saleh sekaligus mengokohkan nilai-nilai moral keluarga dan ketakwaan warga.
Pemerintah tingkat kapanewon dan kalurahan mengapresiasi penyelenggaraan pengajian ini sebagai wujud dukungan fasilitas ruang aman bagi warga dalam mempererat tali silaturahmi, memperkokoh kebersamaan, dan memelihara kohesi sosial di tengah masyarakat.
Pengajian tersebut digelar dalam rangka memperingati 1.000 hari wafatnya almarhum H. Purwanto Sudiro.
Mewakili keluarga besar almarhum, Plt. Lurah Condongcatur, Budi Arto, menyampaikan bahwa peringatan 1.000 hari tersebut menjadi momentum untuk mendoakan almarhum sekaligus mempererat silaturahmi dan mengingatkan bahwa setiap manusia akan kembali kepada Allah SWT.
Sementara itu, Panewu Depok, Rakhmat Harinawan mengapresiasi keluarga almarhum yang memperingati 1.000 hari dengan kegiatan keagamaan yang terbuka bagi masyarakat.
“Majelis ilmu menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan wawasan keagamaan,” ujarnya.
Pengajian tersebut digelar dalam rangka memperingati 1.000 hari wafatnya almarhum Purwanto Sudiro dengan menghadirkan Ustazah Mumpuni Handayayekti dari Cilacap, Jawa Tengah dan lantunan selawat dari Hadroh Rafida Nada Sanggrahan.
Mumpuni, dalam tausiyahnya, mengajak jamaah untuk senantiasa memperkuat birrul walidain atau berbakti kepada orang tua, menjaga kehalalan rezeki, serta menjauhi praktik riba.
"Jangan pernah merasa rugi berbakti kepada orang tua. Selama mereka masih hidup, bahagiakan mereka. Ketika telah tiada, jangan pernah putus mengirimkan doa," pesan Mumpuni.
Guna memastikan kenyamanan, keselamatan, dan kelancaran kegiatan seluruh warga yang hadir, pemerintah daerah bersama unsur pengamanan lintas elemen, meliputi Perlindungan Masyarakat, Jaga Warga, Desa Tangguh Bencana, Kampung Siaga Bencana, Barisan Ansor Serbaguna, Bintara Pembina Desa, serta Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, bahu-membahu mengawal jalannya acara yang juga didukung layanan siaga medis pertolongan pertama.
Kegiatan keagamaan yang terbuka untuk umum ini dihadiri Pelaksana Tugas Lurah Condongcatur, Panewu Depok, beserta unsur Muspika, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah dari berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta. (KIM Depok/Wasana)