SLEMAN, InfoPublik - Puluhan anggota kelompok perempuan di Padukuhan Kayen, Kalurahan Condongcatur, Kabupaten Sleman, menempuh pelatihan intensif pemulasaraan jenazah, Rabu (21/10/2026).
Pemberdayaan komunitas ini dieksekusi guna memastikan ketersediaan sumber daya manusia yang mampu menangani kondisi kedukaan secara mandiri di tingkat rukun tetangga.
Sebanyak 21 anggota Pengajian Nurul Istiqomah tidak sekadar menyerap materi teoretis, melainkan membedah langsung simulasi memandikan hingga mengafani menggunakan boneka peraga.
Perwakilan fasilitator dari Squad Muslimah Peduli, Cicik, menegaskan, kemandirian warga dalam mengurus jenazah merupakan bentuk tanggung jawab sosial yang sangat krusial.
"Harapan kami, minimal ada satu orang dalam setiap keluarga yang mampu melaksanakan pemulasaraan jenazah dengan benar. Dengan demikian, keluarga dan masyarakat memiliki kesiapan untuk membantu ketika dibutuhkan," ujar Cicik.
Selain membekali pemahaman perlindungan aurat dan kehormatan jenazah, kegiatan ini dirancang untuk meredam kepanikan warga ketika menghadapi kematian mendadak.
Kesiapan mental dan teknis dari kaum ibu ini dinilai efektif memutus ketergantungan wilayah terhadap segelintir petugas perawat jenazah perdesaan.
"Saya sangat senang mengikuti pelatihan ini karena menjadi lebih tahu aturan dan tata cara pemulasaraan jenazah yang benar. Pengetahuan ini sangat bermanfaat bagi kami," ungkap perwakilan peserta, Ristianingsih.
Pengurusan kedukaan memegang status kewajiban kolektif komunal yang menuntut pemerataan kecakapan teknis di seluruh lapisan warga.
Ekspansi peran kaum perempuan dalam pelayanan keagamaan ini diyakini sanggup memperkokoh jaring pengaman sosial sekaligus merawat budaya kepedulian masyarakat Sleman. (MC Kab. Sleman/Wasana)