SLEMAN, InfoPublik - Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Donoharjo, Kabupaten Sleman, menggelar pembacaan Al-Qur'an atau muqodaman 30 juz secara maraton, Rabu (21/10/2026).
Perhelatan keagamaan yang berpusat di Aula Kalurahan Donoharjo ini dieksekusi secara khusus untuk merayakan peringatan Hari Santri Nasional 2026 bersama elemen masyarakat perdesaan.
Pimpinan Pondok Pesantren Zuhriyah 3, Hasan Ashari, mengingatkan kembali jejak sejarah perjuangan para pendahulu melalui peristiwa Resolusi Jihad 1945.
Pengorbanan nyawa ribuan santri dalam mempertahankan kemerdekaan tersebut akhirnya mendapat pengakuan resmi dari negara melalui penetapan perayaan pada setiap 22 Oktober.
Pergeseran era menuntut generasi Muslim saat ini untuk memaknai esensi perjuangan tersebut melalui tindakan moral yang lebih relevan dengan tantangan zaman.
“Pada masa sekarang, perjuangan kita adalah menghidupkan amaliah yang dapat menjadi jalan keselamatan dari siksa dunia maupun akhirat, melalui pendidikan Al-Qur’an dan menghidupkan majelis,” tegas Hasan merumuskan bentuk jihad modern.
Otoritas pesantren tersebut turut menyoroti urgensi membaca kitab suci secara konsisten sebagai tameng spiritual bagi umat. Ketekunan merawat ibadah ini diyakini akan mendatangkan syafaat serta pertolongan ilahi pada kehidupan masa depan yang abadi.
Rangkaian tradisi keagamaan ini diharapkan mampu mengukuhkan ikatan persaudaraan antarsesama warga Nahdliyin di tingkat akar rumput.
Soliditas komunitas spiritual ini diproyeksikan sanggup membentengi moral masyarakat dari berbagai krisis nilai dan etika pada era digital. (MC Kab. Sleman/Endarwati)