Lumajang, InfoPublik – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas. TK Al Falahiyah Desa Pandan Arum menghadirkan pengalaman berbeda dengan menggelar MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 di kawasan Wisata Sumber Tiyo, Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).
Pemanfaatan kawasan wisata sebagai lokasi MPLS memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan bagi peserta didik baru. Melalui suasana alam yang asri, anak-anak diajak mengenal lingkungan sekolah, membangun interaksi dengan guru dan teman, serta menumbuhkan rasa percaya diri, kemandirian, dan kemampuan bekerja sama sejak hari pertama masuk sekolah.
Berbagai permainan edukatif, aktivitas kelompok, dan pengenalan lingkungan dikemas sesuai karakteristik anak usia dini. Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep MPLS Ramah yang mengedepankan suasana aman, menyenangkan, dan bebas dari praktik perpeloncoan.
Kepala TK Al Falahiyah Desa Pandan Arum, Siti Roidah, mengatakan pemilihan Wisata Sumber Tiyo bertujuan menghadirkan pengalaman belajar yang berkesan sekaligus membantu anak beradaptasi secara alami dengan lingkungan sekolah.
"Kami ingin anak-anak merasa senang saat pertama kali memasuki dunia sekolah. Melalui suasana alam yang asri di Wisata Sumber Tiyo, mereka dapat beradaptasi dengan teman, guru, dan lingkungan belajar secara alami sehingga tumbuh rasa percaya diri dan semangat belajar sejak dini," ujarnya.
Ketua Bidang Pariwisata Wisata Sumber Tiyo BUMDes Srikandi Desa Tempeh Tengah, M. Robby Sugara, menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada kawasan wisata tersebut sebagai lokasi kegiatan pendidikan.
Menurutnya, wisata desa memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ruang edukasi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
"Kami sangat mengapresiasi kepercayaan TK Al Falahiyah yang memilih Sumber Tiyo sebagai lokasi MPLS. Semoga tempat ini dapat menjadi sarana edukasi sekaligus mengenalkan potensi wisata Desa Tempeh Tengah kepada generasi muda sejak usia dini," katanya.
Dukungan juga disampaikan Kepala Desa Tempeh Tengah, M. Mansyursah. Ia menilai kolaborasi antara lembaga pendidikan dan pengelola wisata desa menjadi langkah positif dalam memanfaatkan potensi lokal untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat daya tarik desa.
"Kami mendukung pemanfaatan Wisata Sumber Tiyo sebagai media pembelajaran. Selain memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak, kegiatan ini juga memperkenalkan potensi wisata desa sejak usia dini serta menunjukkan bahwa aset desa dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang produktif dan edukatif," ungkapnya.
Kolaborasi antara sekolah, pemerintah desa, dan pengelola wisata menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan dapat berjalan seiring dengan pengembangan potensi lokal. Pemanfaatan Wisata Sumber Tiyo sebagai lokasi MPLS menjadi contoh bagaimana ruang publik di desa dapat dimanfaatkan tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai sarana edukasi yang mendukung tumbuh kembang anak.
Melalui pendekatan tersebut, MPLS tidak sekadar menjadi agenda pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi media pembentukan karakter, menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan, serta mengenalkan potensi desa kepada generasi muda sejak usia dini. Inovasi ini diharapkan dapat menginspirasi lahirnya model pembelajaran serupa yang memanfaatkan kekayaan lokal sebagai sumber belajar.
(MC Kabupaten Lumajang/KIM Permata Abadi/Fandy/An-m)