Batang, InfoPublik - Semakin padatnya arus lalu lintas karyawan menuju Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) mulai menyedot perhatian publik. Setiap hari, ribuan pekerja dari berbagai wilayah penyangga tumpah ruah melintasi akses jalan menuju tempat mereka mengais rezeki.
Kondisi mobilitas yang kian tinggi ini memicu deretan keluhan terkait keterbatasan akses transportasi harian, hingga mendorong Pemerintah Kabupaten Batang mencari solusi jangka panjang.
Selain memacu penyelesaian infrastruktur jalan, Pemkab Batang kini menggantungkan harapan pada kehadiran armada transportasi publik. Layanan Trans Jateng dibidik untuk resmi membelah rute kawasan tersebut pada 2028 mendatang.
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menuturkan, bahwa langkah perbaikan dan penyediaan akses fisik sebenarnya terus berjalan secara bertahap di lapangan.
“Tahun 2025 kemarin kita sudah bangun Banyuputih-Kedawung. Terus kemudian sudah ada pembangunan yang di depan area PTPN itu, yang sekarang masih batu, insyaallah selesai tahun depan,” katanya saat ditemui di Kantornya, Jumat (6/11/2026).
Namun, perbaikan dan pengaspalan jalan semata dinilai belum cukup memurai benang kusut transportasi buruh harian. Penataan angkutan massal dipandang sebagai kunci utama agar pergerakan ribuan buruh pabrik tidak menumpuk di jalur-jalan lokal.
“Yang kita harapkan itu lebih dari itu, yaitu public transportation. Mudah-mudahan nanti kalau semuanya lancar 2028 Trans Jateng sudah beroperasi sehingga kita berharap masyarakat nanti sudah pakai Trans Jateng dan ke dalamnya nanti pakai feeder,” jelasnya.
Sembari menanti proses pematangan operasional Trans Jateng dan kendaraan pengumpan (feeder), pemda mengarahkan mobilitas pekerja ke jalur alternatif yang jauh lebih aman dan mulus.
“Harapannya juga para pekerja memanfaatkan akses jalan pelabuhan itu untuk masuk KITB, yang memang tidak terlalu banyak bersinggungan dengan masyarakat, jalannya tidak terlalu curam,” harapnya.
Langkah integrasi jalan pelabuhan serta kehadiran angkutan umum massal ini diharapkan mampu memangkas ketergantungan pada kendaraan pribadi, memperlancar rantai pasok tenaga kerja, sekaligus menjaga keamanan warga lokal di kawasan penyangga KITB. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)