Tanah Merah, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten Boven Digoel terus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menangani warga Distrik Manggelum yang mengungsi ke Tanah Merah akibat situasi keamanan yang berkembang di wilayah tersebut. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan keselamatan, kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Bupati Boven Digoel, Roni Omba, menyampaikan hal itu dalam jumpa pers bersama Kepala Distrik Manggelum di ruang kerja Bupati, Jumat (5/6/2026). Menurutnya, pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setelah menerima laporan mengenai kondisi di Distrik Manggelum.
Pemerintah daerah, kata Roni, memprioritaskan pelayanan kesehatan bagi warga yang tiba di Tanah Merah. Melalui Dinas Kesehatan, tenaga medis telah disiagakan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus memberikan pelayanan medis sesuai kebutuhan para pengungsi.
Selain layanan kesehatan, pemerintah juga menyiapkan dukungan transportasi dan konsumsi bagi warga yang datang dari Manggelum. Para pengungsi sementara ditampung untuk mendapatkan pemulihan kondisi sebelum kembali bergabung dengan keluarga maupun kerabat mereka.
"Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang datang. Kesehatan dan keselamatan warga menjadi prioritas utama pemerintah daerah," ujar Roni.
Sementara itu, Kepala Distrik Manggelum, Ruben Anggainggom, menjelaskan bahwa kepanikan warga dipicu oleh kekhawatiran atas situasi keamanan, sehingga membuat banyak warga memilih meninggalkan kampung untuk mencari tempat yang lebih aman.
Ruben menyebutkan sekitar 60 warga masih berada di Kampung Biwage dan menunggu penjemputan dari pemerintah daerah. Selain itu, sejumlah warga lainnya juga masih berada di beberapa titik di sekitar wilayah Manggelum dan menantikan bantuan evakuasi.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Boven Digoel telah menyiapkan tim guna menjemput warga yang masih berada di Biwage agar dapat dibawa ke Tanah Merah secara aman.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengapresiasi kepedulian masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan pemuda asal Manggelum yang telah membentuk tim peduli guna membantu warga terdampak. Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung upaya penanganan yang dilakukan pemerintah.
Roni juga mengimbau seluruh tokoh masyarakat untuk terus memberikan pemahaman kepada warga agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
Terkait berbagai informasi yang beredar di media sosial maupun sumber lainnya, masyarakat diminta untuk tidak langsung mempercayai ataupun menyebarluaskannya tanpa memastikan kebenarannya terlebih dahulu. Ia juga meminta masyarakat segera berkoordinasi dengan aparat keamanan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu yang belum tentu benar. Jika ada informasi yang mencurigakan, segera laporkan kepada aparat keamanan agar dapat ditindaklanjuti dengan baik," tegasnya.
Mengenai laporan kerusakan fasilitas umum di wilayah terdampak, pemerintah daerah akan melakukan verifikasi lebih lanjut untuk memastikan kondisi di lapangan. Apabila ditemukan kerusakan pada fasilitas publik yang dibutuhkan masyarakat, pemerintah akan menyiapkan langkah penanganan sesuai kebutuhan.
Pemerintah Kabupaten Boven Digoel memastikan akan terus memantau perkembangan situasi melalui koordinasi dengan pemerintah distrik, tenaga kesehatan, aparat keamanan, dan berbagai pihak terkait lainnya.
Di akhir keterangannya, Bupati Roni Omba mengajak seluruh masyarakat Boven Digoel untuk menjaga persatuan, memperkuat komunikasi, serta bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
"Keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Mari kita saling menguatkan, menjaga kebersamaan, dan terus berkoordinasi demi kenyamanan serta keselamatan seluruh masyarakat Boven Digoel," pungkasnya.