Bupati Sanggau Ajak Gereja dan Umat Kristen Aktif Perkuat Kohesi Sosial untuk Pembangunan Daerah
Sanggau, InfoPublik – Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, menghadiri secara langsung acara Pembukaan Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) Tahun 2025 yang diselenggarakan di Gereja Sungai Yordan, Desa Menyabo, Kecamatan Tayan Hulu, pada Senin (22/9/2025). Mengajak gereja dan umat Kristen aktif perkuat kohesi sosial, pembangunan SDM, dan nilai kebaikan sebagai fondasi kemajuan daerah di tengah masyarakat majemuk.
Kehadiran Bupati dalam forum strategis Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGID) Kabupaten Sanggau ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kohesi sosial dan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk gereja dan umat Kristen, dalam proses pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh para pengurus dan anggota PGID, tokoh agama, serta perwakilan umat dari berbagai wilayah, mencerminkan semangat kebersamaan di tengah kemajemukan masyarakat Sanggau.
Dalam sambutannya, Bupati Yohanes Ontot menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengurus PGID Kabupaten Sanggau yang selama ini telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kerukunan antarumat beragama serta mendukung pembangunan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa keberadaan dan peran PGID sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Sanggau dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri, sejahtera, serta berlandaskan spiritualitas dan moralitas yang kuat.
“Organisasi oikumen seperti PGID memiliki peran strategis dalam memupuk kerukunan, toleransi, dan kedamaian. Karena itu, kami berharap sidang MPL ini dapat menghasilkan keputusan dan program kerja yang bermanfaat, bukan hanya untuk umat, tetapi juga untuk kemajuan Kabupaten Sanggau,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati mengajak gereja dan umat Kristen di Kabupaten Sanggau untuk berpartisipasi aktif dalam program pembangunan daerah, baik di bidang peningkatan kualitas sumber daya manusia, kepedulian sosial, maupun pengembangan masyarakat.
Ia menekankan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek infrastruktur, tetapi juga pada pembangunan manusia seutuhnya.
“Gereja dapat menjadi pelopor dalam menebarkan kedamaian, menanamkan nilai kebaikan, serta memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat kita yang majemuk,” tegasnya.
Ajakan itu sejalan dengan upaya pemerintah untuk menciptakan tatanan sosial yang harmonis, di mana nilai-nilai kebaikan dan moralitas menjadi fondasi utama dalam mendorong kemajuan daerah.
Sidang MPL PGID Tahun 2025 diharapkan tidak hanya menjadi ajang internal organisasi, tetapi juga menjadi wadah sinergi yang memperkuat kontribusi gereja dalam pembangunan sosial dan spiritual masyarakat.
Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat, Sanggau dapat terus bergerak menuju terwujudnya pembangunan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
Dengan semangat kebersamaan dan saling mendukung, peran aktif gereja dalam menanamkan nilai kebaikan dan memupuk kerukunan akan menjadi kekuatan besar bagi terciptanya Sanggau yang damai, maju, dan sejahtera bagi semua lapisan masyarakat.(Penulis: Harris Tresna/Editor: E.A Lusy/Untung S)
© Copyright 2026, All Rights Reserved