Jakarta, InfoPublik – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong kolaborasi lintas sektor dan lintas iman untuk memperkuat pemulihan lingkungan di kawasan Danau Toba, Sumatra Utara. Upaya ini dilakukan melalui perubahan perilaku masyarakat dan aksi nyata, mulai dari penanaman pohon endemik, penebaran ikan lokal, hingga kampanye penggunaan kendaraan listrik.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Moh, Jumhur Hidayat, mengatakan, pelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, komunitas lokal, dunia usaha, dan pemerintah. Kolaborasi tersebut penting untuk memastikan pemulihan ekosistem berjalan berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Lingkungan, budaya, masyarakat adat, dan nilai-nilai agama saling berkaitan erat dalam menjaga bumi sebagai ruang hidup bersama. Kita harus merawatnya melalui aksi nyata yang melibatkan seluruh elemen bangsa,” tutur Jumhur di sela-sela kunjungan kerjanya di kawasan Danau Toba, Rabu (28/10/2026).
Jumhur juga menekankan pentingnya penerapan konsep tobat ekologis sebagai dorongan moral untuk memperbaiki perilaku dan memulihkan kerusakan lingkungan. Konsep ini ditujukan kepada individu, kelompok, organisasi, korporasi, hingga pemerintah agar mengambil langkah korektif sesuai tanggung jawab masing-masing.
Pada tingkat individu, perubahan dapat dimulai dengan mengelola sampah secara bijak, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan menghemat energi. Sementara itu, perusahaan yang kegiatan operasionalnya berdampak terhadap lingkungan wajib menjalankan pemulihan secara nyata, bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif.
“Kepedulian moral perlu berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap peraturan dan penegakan hukum. Tobat ekologis bukanlah pengganti kewajiban hukum, melainkan dorongan moral untuk memperbaiki perilaku dan memulihkan kerusakan secara nyata,” tegasnya.
Dalam kunjungan ke kawasan Taman Eden, Jumhur menyaksikan penanaman pohon endemik yang dilakukan komunitas lokal bersama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Kolaborasi tersebut juga disertai komitmen penanaman lanjutan di lingkungan sekolah serta perawatan dan penyulaman tanaman selama satu tahun.
Menurut Jumhur, keterlibatan komunitas dalam pemulihan lingkungan perlu diperluas dan direplikasi oleh perusahaan lain. Upaya mitigasi perubahan iklim dan pemulihan bentang alam, katanya, harus didukung kegiatan yang terukur serta dipelihara secara berkelanjutan.
Selain penanaman pohon, dilakukan penebaran kembali (restocking) ikan endemik Danau Toba untuk mendukung pemulihan populasi ikan dan menjaga keseimbangan ekosistem perairan. Langkah ini diharapkan dapat mempertahankan fungsi ekologis danau sekaligus mendukung keberlanjutan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Komitmen pelestarian lingkungan juga diperkuat melalui penandatanganan prasasti Monumen Aksi Profetis Yubileum 800 Tahun St. Fransiskus Assisi di Dolok Parmonangan. Monumen tersebut merupakan hasil kolaborasi Yayasan Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan Ordo Kapusin Provinsi Medan bersama masyarakat Danau Toba untuk menguatkan pesan pelestarian alam yang selaras dengan nilai spiritualitas dan kearifan lokal.
Prasasti itu memuat seruan St. Fransiskus Assisi, “Marilah kita mulai sekali lagi, sebab sampai saat ini, kita belum berbuat apa-apa.” Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap bumi perlu diwujudkan melalui kerja bersama yang konsisten.
Rangkaian kegiatan juga mencakup perjalanan menggunakan kendaraan listrik untuk mengampanyekan transisi energi bersih serta peresmian stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Menurut Jumhur, penggunaan kendaraan listrik dan rehabilitasi ekosistem hutan merupakan bagian yang saling melengkapi dalam mendukung pembangunan rendah karbon.
Melalui kolaborasi lintas sektor dan lintas iman, KLH/BPLH berharap pelestarian Danau Toba semakin menjadi bagian dari perilaku masyarakat. Upaya tersebut diharapkan memperkuat ketahanan lingkungan, menjaga keseimbangan ekosistem, serta memastikan kelestarian kawasan Danau Toba bagi generasi mendatang.