Jakarta, InfoPublik – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (Kemen LH/BPLH) memperkuat komitmen menyeluruh untuk mempercepat pemulihan serta pelindungan ekosistem 2.961 danau di Indonesia. Langkah strategis ini ditegaskan dalam peringatan Hari Danau Dunia 2026 yang mengusung tema “Healthy Lakes, Saving Generations” di Depok, Jawa Barat.
Menteri LH/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, memaparkan bahwa keberadaan danau memegang peranan krusial bagi ketahanan nasional, namun kondisinya kian terancam oleh kerusakan lingkungan seperti eutrofikasi, sedimentasi, hingga pendangkalan akibat aktivitas Keramba Jaring Apung (KJA) yang melampaui daya dukung kawasan. "Danau bukan sekadar bentang alam perairan, melainkan sumber kehidupan yang menopang ketahanan pangan, energi, air, pariwisata, penyerapan karbon, stabilisasi iklim mikro, serta menjadi pusat kebudayaan masyarakat," ujar Menteri Jumhur di Depok, Kamis (27/8/2026).
Mengingat proses pemulihan danau membutuhkan rentang waktu lama karena karakteristik hidrologisnya, KLH/BPLH fokus menerapkan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem (RPPE) pada 15 Danau Prioritas Nasional 2025–2029 melalui tiga pilar komitmen, yakni:
- Penguatan Regulasi: Memperkokoh payung hukum pelindungan ekosistem danau di tingkat nasional dan daerah.
- Kolaborasi Lintas Sektor: Memperluas keterlibatan pemda, akademisi, dunia usaha, komunitas, hingga generasi muda dalam penataan zonasi dan rehabilitasi hulu-hilir.
- Diplomasi Air Global: Mengarusutamakan isu penyelamatan danau dalam agenda perairan internasional.
"Proses pemulihan danau membutuhkan waktu panjang dan menuntut pendekatan terpadu hulu–hilir yang tidak bisa ditunda lagi," tegas Menteri Jumhur.
Sementara itu, Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Isu Air, Retno Lestari Priansari Marsudi mengingatkan bahwa penetapan 27 Agustus sebagai Hari Danau Dunia melalui Resolusi PBB A/RES/79/142 merupakan hasil diplomasi Indonesia sejak World Water Forum ke-10 di Bali. Ia menekankan perlunya aksi nyata di lapangan melampaui seremoni semata. "Hari Danau Dunia harus melampaui sekadar perayaan. Ini adalah tentang tindakan nyata untuk melindungi danau kita. Ketika kita melindungi sebuah danau, kita bukan hanya melindungi bentang alam, tetapi juga melindungi cadangan air tawar, kehidupan, dan masa depan kita," tutur Retno.
Menteri Jumhur menutup pernyataan dengan mengajak seluruh komponen bangsa untuk bahu-membahu menjaga kelestarian air daratan. "Menyelamatkan danau bukanlah tugas satu kementerian semata, melainkan kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan khususnya generasi muda," pungkasnya.