Jakarta, InfoPublik – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menjadikan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 sebagai momentum memperkuat kolaborasi nasional dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.
Melalui tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", Kemen PPPA mengajak pemerintah, keluarga, masyarakat, dunia usaha, media, hingga organisasi masyarakat memperkuat sinergi dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak.
Asisten Deputi Penyedia Layanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus Kemen PPPA, Ciput Eka Purwanti, mengatakan perlindungan anak tidak dapat dibebankan kepada satu pihak, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa. "Perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, rangkaian Hari Anak Nasional tahun ini berkolaborasi dengan berbagai kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat, media, hingga keluarga agar bersama-sama menghadirkan ruang yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak," ujar Ciput sebagaimana dikutip dari siaran pers Kemen PPPA, Jumat (17/7/2026).
Sebagai implementasi tema tersebut, Kemen PPPA menggagas Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gernas RANA) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, serta berbagai kementerian dan lembaga lainnya.
Gerakan tersebut mengintegrasikan berbagai upaya perlindungan anak, mulai dari pencegahan kekerasan, penguatan keluarga, peningkatan partisipasi anak, penguatan peran masyarakat, keamanan ruang digital, hingga percepatan respons terhadap kasus kekerasan.
Menurut Ciput, keluarga merupakan fondasi utama perlindungan anak. Pengasuhan yang berkualitas harus diperkuat melalui dukungan sekolah yang aman, ruang publik yang ramah anak, serta ekosistem digital yang sehat.
Untuk memperluas dampak peringatan HAN 2026, penyelenggaraan kegiatan dilakukan secara desentralisasi di berbagai daerah sehingga semakin banyak anak dapat berpartisipasi melalui kegiatan edukatif, ruang bermain, penyampaian aspirasi, hingga pengenalan berbagai profesi sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, Kemen PPPA berharap perlindungan anak semakin terintegrasi sehingga setiap anak Indonesia memperoleh hak untuk tumbuh, berkembang, terlindungi, dan berpartisipasi secara optimal.