Jakarta, InfoPublik – Sebanyak 90 peserta akan mengikuti Indonesia Skills Competition (InaSkills) 2026 pada 26–31 Oktober untuk menguji kompetensi sekaligus menjaring talenta keterampilan terbaik Indonesia. Ajang nasional yang digelar Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) ini menjadi bagian dari persiapan tenaga terampil menghadapi kompetisi keterampilan tingkat regional hingga internasional.
Dari total peserta, sebanyak 50 orang akan berkompetisi dalam lima bidang keterampilan, sedangkan 40 peserta lainnya mengikuti bidang ekshibisi. Penilaian dilakukan berdasarkan kompetensi masing-masing bidang dengan mengacu pada standar internasional.
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Darmawansyah mengatakan, InaSkills merupakan bagian dari proses pembinaan talenta keterampilan nasional agar Indonesia memiliki calon kompetitor yang mampu bersaing di tingkat dunia.
“Indonesia Skills Competition menjadi ruang untuk mengaktualisasikan semangat persatuan generasi muda melalui prestasi dan keunggulan keterampilan,” kata Darmawansyah melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Rabu (21/10/2026).
Dalam penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 30 juri akan menilai peserta pada lima bidang kompetisi, yaitu: Refrigeration and Air Conditioning atau pendinginan dan tata udara, Industrial Automation atau otomasi industri, Hotel Reception atau layanan penerimaan tamu hotel, Mechanical Engineering CAD atau desain berbantuan komputer untuk teknik mesin, dan Internet of Things (IoT) atau teknologi perangkat yang saling terhubung melalui internet.
Selain kelima bidang tersebut, InaSkills 2026 menghadirkan ekshibisi Microsoldering yang melibatkan TESPOIN. Bidang ini memperlihatkan keterampilan penyolderan komponen elektronik berukuran mikro yang membutuhkan ketelitian dan penguasaan teknik khusus. Kompetisi akan berlangsung di tiga lokasi, yakni Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, BBPVP Serang, serta AKTI Karawang.
Beragam bidang yang dipertandingkan mencerminkan kebutuhan keterampilan di sejumlah sektor, mulai dari teknologi industri, rekayasa teknik, layanan perhotelan, hingga teknologi digital. Melalui kompetisi berbasis praktik, peserta ditantang menunjukkan kemampuan sesuai standar bidang masing-masing.
Calon kompetitor InaSkills 2026 berasal dari sejumlah jalur pembinaan dan pencarian talenta. Di antaranya, Lomba Kompetensi Siswa (LKS), Olimpiade Vokasi Indonesia (OLIVIA), industri, BBPVP atau Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), serta juara Circuit Global Championship yang diselenggarakan Teknisi Ponsel Indonesia (TESPOIN).
Keberagaman sumber peserta membuka peluang untuk menghimpun talenta dari pendidikan vokasi, lembaga pelatihan, dan dunia industri. Dengan demikian, penjaringan kompetitor tidak hanya bertumpu pada satu jalur pendidikan, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman dan capaian keterampilan dari berbagai lingkungan.
InaSkills juga menjadi bagian dari tahapan pembinaan yang berkelanjutan. Prosesnya mencakup identifikasi sumber talenta, kompetisi melalui proyek uji, penilaian, pemusatan latihan, hingga peningkatan kapasitas calon kompetitor.
Tahapan tersebut penting agar peserta yang terpilih tidak hanya unggul dalam kompetisi nasional, tetapi juga memiliki kesiapan teknis dan mental untuk menghadapi standar penilaian yang lebih tinggi.
Kemnaker menyiapkan peluang pembinaan lanjutan bagi para pemenang InaSkills. Mereka berkesempatan mengikuti pemusatan latihan di training center Kemnaker maupun program pelatihan (training program) HRDK Korea.
Pembinaan tersebut diarahkan untuk membuka jalan menuju kompetisi keterampilan tingkat internasional, mulai dari WorldSkills ASEAN, WorldSkills Asia, hingga WorldSkills International.
Rangkaian pembinaan ini menempatkan InaSkills bukan sekadar ajang perebutan gelar juara, melainkan salah satu pintu masuk untuk mengembangkan tenaga terampil yang mampu memenuhi standar kompetensi global.
Keberhasilan program pada akhirnya akan ditentukan oleh kesinambungan pembinaan setelah kompetisi, kualitas pelatihan, serta kemampuan peserta menerapkan keterampilannya di dunia kerja. Melalui penguatan jalur tersebut, Kemnaker berupaya memperluas basis talenta keterampilan nasional sekaligus meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia.