Silver Economy: Strategi Indonesia Optimalkan Penuaan Penduduk Menuju 2045
Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono. (Foto: Kemenkes)
Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono. (Foto: Kemenkes)
Jakarta, InfoPublik – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mendorong penguatan layanan kesehatan primer, promotif, dan preventif untuk mendukung pengembangan silver economy atau ekonomi perak di Indonesia. Upaya ini menjadi bagian dari respons terhadap pertumbuhan populasi lanjut usia (lansia) dan perubahan demografi menuju 2045.
Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono menyampaikan hal tersebut dalam peringatan Hari Lanjut Usia Internasional 2026 yang dirangkaikan dengan peluncuran buku tentang lansia dan program Kick-off Silver Economy bertema “Optimalisasi Penuaan Penduduk Menuju Ekonomi Perak: Membuka Peluang di Tengah Perubahan Demografi”, Rabu (21/10/2026).
Dante mengatakan, penuaan penduduk tidak hanya menjadi tantangan demografi, tetapi juga membuka peluang untuk membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. "Tema ini mengingatkan kita bahwa penuaan bukan sekadar tantangan demografi. Ia adalah sebuah peluang besar untuk membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Dante.
Berdasarkan data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang disampaikan dalam sambutannya, sekitar 11 persen atau 35 juta penduduk Indonesia merupakan lansia. Proporsi tersebut diperkirakan melampaui 20 persen pada 2045.
Sementara itu, usia harapan hidup penduduk Indonesia telah mencapai 74 tahun, sedangkan usia harapan hidup sehat baru 60 tahun. Kesenjangan tersebut menunjukkan perlunya upaya untuk memastikan pertambahan usia diikuti peningkatan kualitas hidup, termasuk pencegahan penyakit kronis dan pemeliharaan kemandirian lansia. “Karena itu, sektor kesehatan memiliki peran strategis dalam menggerakkan silver economy,” katanya.
Perkuat Layanan Kesehatan Lansia
Dante menjelaskan, Kemenkes berkomitmen memperkuat layanan kesehatan primer yang promotif dan preventif, mengembangkan model perawatan berbasis komunitas, memanfaatkan teknologi digital, serta mendorong kebijakan yang menempatkan lansia sebagai subjek pembangunan.
Menurutnya, penguatan layanan kesehatan menjadi bagian penting dalam mendukung lansia agar tetap sehat dan aktif dalam kehidupan sosial maupun ekonomi.
Salah satu upaya yang disampaikan Dante adalah Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang menurutnya telah menjangkau lebih dari 12 juta penduduk lansia. Program ini diarahkan untuk membantu mendeteksi masalah kesehatan lebih dini dan mencegah komplikasi. “Melalui program Cek Kesehatan Gratis yang telah menjangkau lebih dari 12 juta penduduk lansia, kita mencegah komplikasi sejak dini, menekan biaya perawatan, dan memastikan lansia tetap aktif dalam kehidupan sosial maupun ekonomi,” ungkap Wamenkes.
Dante menegaskan bahwa pengembangan ekonomi perak perlu ditopang kondisi kesehatan lansia yang baik. Dengan demikian, peningkatan usia harapan hidup dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup dan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan. “Silver economy tidak akan tumbuh tanpa fondasi kesehatan yang kuat. Mari kita pastikan bahwa setiap tambahan usia adalah tambahan kualitas hidup dan setiap lansia adalah bagian berharga dari pembangunan bangsa,” tegas Dante.
Melalui peringatan Hari Lanjut Usia Internasional 2026, peluncuran buku lansia, dan program Kick-off Silver Economy, Kemenkes berharap kolaborasi lintas sektor semakin kuat dalam merespons perubahan demografi.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya ekosistem yang lebih inklusif bagi lansia, sekaligus memperkuat peran sektor kesehatan dalam pembangunan ekonomi perak di Indonesia.
© Copyright 2026, All Rights Reserved