Jakarta, InfoPublik - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji, secara resmi memimpin prosesi wisuda sekolah lansia dalam peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 yang dirangkaikan dengan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tahun 2026, di Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Mengusung tema "Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh", acara ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa lansia bukan sekadar penerima bantuan, melainkan pilar penting dalam pembangunan bangsa.
Dalam acara yang digelar secara hybrid ini, sebanyak 387 wisudawan dan wisudawati hadir secara langsung (luring) dari berbagai wilayah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatra Selatan. Secara nasional, saat ini tercatat ada 3.233 sekolah lansia di bawah Bina Keluarga Lansia (BKL) dengan total 46.884 siswa yang terdaftar.
Mendukbangga Wihaji menekankan bahwa program Sekolah Lansia bertujuan untuk memberikan aktivitas bagi para orang tua agar tetap sehat dan terhindar dari rasa kesepian. "Kita beri aktivitas melalui sekolah lansia supaya tidak ngelamun. Kalau ngelamun, yang dipikirkan hanya penyakit. Dengan sekolah ini, mereka bisa bertemu teman sebaya, berbagi cerita, dan tetap produktif," ujar Wihaji di depan ratusan wisudawan.
Dalam sambutannya, Wihaji memaparkan bahwa Indonesia tengah memasuki era aging population dengan jumlah lansia mencapai hampir 12 persen dari total populasi. Di Jakarta sendiri, angka harapan hidup cukup tinggi, mencapai 76 tahun, sementara rata-rata nasional berada di angka 74 tahun. "Melalui program Sekolah Lansia jenjang S1, S2, hingga S3, para lansia diajarkan mengenai tujuh dimensi lansia tangguh, termasuk aspek kesehatan fisik, sosial, hingga spiritual," ungkapnya.
Tak hanya seremoni wisuda, peringatan HLUN ke-30 ini juga menghadirkan berbagai layanan nyata bagi para lansia, di antaranya: Pemeriksaan Kesehatan Gratis: Meliputi cek kepadatan tulang, pemeriksaan mata, pendengaran, gigi, hingga pembagian kacamata gratis.
Selain itu, fasilitasi pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi lansia entrepreneur dan bazar produk hasil karya lansia, juga penandatanganan kerja sama dengan Ikatan Ahli Urologi Indonesia dan PT Kasum Hearing untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.
Suasana acara menjadi cair saat Mendukbangga berdialog interaktif dengan para wisudawan. Wihaji sempat memberikan bantuan dana transportasi untuk rombongan lansia dari Bogor yang datang menggunakan tiga bus secara swadaya.
Selain itu, seorang wisudawati S2 asal Cakung, Hj. Zubaidah (66), mendapatkan hadiah kejutan berupa rice cooker setelah berbincang akrab dengan Menteri mengenai aktivitas kesehariannya dalam mengurus keluarga dan mengikuti pengajian.
Peringatan HLUN ke-30 ini menjadi bukti komitmen pemerintah melalui Kemendukbangga/BKKBN untuk terus meningkatkan kualitas hidup lanjut usia. Dengan dukungan ratusan ribu kader BKL di seluruh Indonesia, diharapkan lansia Indonesia terus berdaya, mandiri, dan tetap menjadi bagian aktif dari masyarakat.
Selain itu, HLUN ke-30 ini bertujuan untuk memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada warga lanjut usia, dengan edukasi berkelanjutan melalui sekolah lansia, diharapkan setiap indovidu lansia di Indonesia tetap sehat, mandiri, dan aktif berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya.
Acara ini juga turut dihadiri oleh Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ratu Ayu Isyana Bagus Oka, serta jajaran pimpinan dari berbagai kementerian